Lonjakan harga emas dunia di pasar spot sebesar 1,18 persen terjadi pada perdagangan Rabu (20/5/2026) hingga ditutup pada level US$ 4.541,5 per troy ons akibat euforia pasar terhadap potensi perdamaian di Timur Tengah, dilansir dari Bloomberg Technoz.
Peningkatan signifikan ini menjadi momen kebangkitan bagi sang logam mulia setelah sempat merosot hampir 2 persen pada hari Selasa (19/5/2026). Pergerakan harga emas dilaporkan belum banyak bergeser dengan penurunan tipis 0,07 persen ke level US$ 4.538,5 per troy ons pada Kamis (21/5/2026) pagi pukul 06:10 WIB.
Sentimen positif pasar muncul seiring membaiknya harapan rekonsiliasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Hubungan kedua negara yang melunak berpotensi membuka kembali jalur pelayaran komoditas energi vital dunia di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negaranya kini sudah berada pada tahapan final dalam proses negosiasi dengan pihak Iran.
“Kita lihat saja apa yang terjadi. Kesepakatan akan terjadi atau kami akan melakukan sesuatu yang sedikit kejam, tetapi kami harap itu tidak terjadi,” kata Donald Trump, Presiden AS.
Indikasi berakhirnya konflik tersebut langsung memicu penurunan harga minyak jenis brent sebesar 5,63 persen ke posisi US$ 105,02 per barel. Penurunan harga energi ini dinilai dapat menjauhkan ancaman inflasi global, sehingga bank sentral memiliki ruang menurunkan suku bunga acuan yang akan menguntungkan emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Secara analisis teknikal harian, posisi emas sebenarnya masih berada di zona bearish dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari di angka 42 dan indikator Stochastic RSI 14 hari di level 29. Namun, peluang penguatan tetap ada pada perdagangan hari ini dengan target resisten terdekat pada kisaran US$ 4.618-4.620 per troy ons.
Apabila laju kenaikan berlanjut, harga emas berpotensi menuju level US$ 4.632-4.639 per troy ons dengan target optimistis tertinggi pada US$ 4.687 per troy ons. Sebaliknya, jika berbalik melemah, target support terdekat berada di US$ 4.535 per troy ons dengan risiko penurunan lanjutan hingga support terjauh di level US$ 4.303 per troy ons.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·