Pelemahan Rupiah Turunkan Kunjungan Hari Kerja Mal Jakarta

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Penurunan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan di DKI Jakarta sebesar 15 hingga 20 persen terjadi pada hari kerja akibat lonjakan harga komoditas yang dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu kemarin.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta mencatat bahwa situasi ini sangat memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat. Lonjakan harga barang yang tidak diimbangi oleh kenaikan pendapatan membuat pekerja mulai memperketat pengeluaran mereka, seperti dilansir dari Detik Finance.

Ketua Dewan Penasihat APPBI DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat, menjelaskan bahwa fluktuasi nilai tukar mata uang asing ini memberikan dampak langsung pada harga-harga di pasar.

"Semua juga sudah mengetahui bahwa dolar AS per hari ini sudah Rp 17.000, nyangkut, sudah hampir Rp 18.000 ya. Aduh, mudah-mudahan tidak lewat dari angka Rp 18.000 itu. Nah memang boleh dikatakan terjadi kenaikan-kenaikan harga di masyarakat," ujar Ellen Hidayat, Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta.

Penyusutan trafik kunjungan pada hari kerja di mal disebabkan oleh perubahan kebiasaan para karyawan kantoran yang kini lebih memilih membawa bekal makanan dari rumah demi menghemat pengeluaran.

"Memang terjadi penurunan trafik di pusat belanja, sebagian besar itu kurang lebih antara 15-20% pada saat weekdays, saya katakan weekdays. Tapi untuk weekend itu bisa tinggi sekali, lebih tinggi dari biasanya. Terjadi suatu keanehan sedikit, tetapi dibilang aneh juga tidak," terangnya.

Fenomena ini memperlihatkan efisiensi ketat yang dilakukan pekerja di kawasan ibu kota yang biasanya mengalokasikan anggaran untuk makan siang di pusat perbelanjaan.

"Kita sudah mempelajari apa penyebabnya. Ya mungkin semua karyawan-karyawan juga menahan diri, yang biasanya kalau bekerja lima hari, lima hari makan di pusat belanja, sekarang mungkin cuma hai dua hari, yang lainnya mungkin bawa dari rumah. Itu yang saya dengar," jelas Ellen Hidayat, Ketua Dewan Penasihat APPBI DPD DKI Jakarta.

Kondisi berbeda terlihat pada akhir pekan di mana angka kunjungan ke pusat perbelanjaan tetap stabil bahkan menunjukkan tren peningkatan yang didominasi oleh kelompok keluarga.

"Pusat belanja itu mempunyai daya tarik tersendiri, terutama kita perkuat kepada anak-anak. Sekali anak-anak cinta ke pusat belanja itu, dia akan minta orangtuanya untuk datang ke sana lagi, ke sana lagi. Jadi anak-anak itu juga perlu di-entertain," ujarnya.

Keberadaan fasilitas rekreasi dan hiburan anak menjadi faktor utama yang menjaga daya tarik mal di Jakarta sebagai tempat liburan keluarga saat akhir pekan.