IHSG Berpotensi Menguat Terbatas di Tengah Fase Downtrend

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Saat ini, pergerakan indeks saham domestik tersebut tercatat masih berada di dalam fase downtrend.

Tekanan dari sentimen eksternal maupun domestik menjadi pemicu posisi indeks terganjal, seperti dilansir dari Money. Pada perdagangan Rabu (20/4/2026), IHSG ditutup melemah 0,82 persen atau mengalami penurunan sebesar 52 poin ke level 6.319.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG memiliki potensi untuk mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Kamis pekan ini. Area support indeks diperkirakan berada pada level 6.184, sementara area resistensi berada di level 6.388.

Menurut Herditya, pelaku pasar saat ini tengah mencermati dampak rebalancing indeks dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Langkah penataan ulang tersebut memicu aksi tekanan jual pada sejumlah saham yang memiliki kapitalisasi pasar besar.

Faktor lain yang membayangi pergerakan pasar adalah regulasi pada sektor barang tambang. Kebijakan baru tersebut dinilai berpotensi memberikan pengaruh terhadap laju saham-saham yang berbasis komoditas.

"Posisi IHSG masih berada di fase downtrend-nya dan besok (Kamis) kami perkirakan akan bergerak menguat terbatas dengan support 6.184 dan resist 6.388, di mana nampaknya pasar masih akan tertekan dari aksi rebalancing MSCI dan juga regulasi barang tambang," ujar Herditya.

Herditya memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat dicermati oleh para investor ritel di tengah kondisi pasar saat ini. Pilihan tersebut meliputi saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target harga Rp 1.555- Rp 1.635.

Selanjutnya, investor dapat memperhatikan saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang berada di kisaran harga Rp 2.240- Rp 2.370. Rekomendasi berikutnya adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan target harga pada area Rp 478- Rp 520.

Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas juga merilis daftar saham yang layak dicermati untuk aktivitas perdagangan atau trading pada hari Kamis. Beberapa emiten yang direkomendasikan adalah PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) dan PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA).

Selain itu, terdapat pula saham PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) dan PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX). Pilihan trading terakhir dari sekuritas tersebut jatuh pada saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA).

Disclaimer Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.