Harga plastik kemasan, esensial bagi bisnis makanan dan minuman, mengalami lonjakan signifikan hingga 40 persen di Provinsi Jakarta sejak akhir Maret 2026. Situasi ini menjepit pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam dilema sulit antara menaikkan harga jual produk atau mengorbankan margin keuntungan, seperti diberitakan oleh Kompas.com.
Kenaikan harga yang disebabkan oleh terganggunya pasokan bahan baku global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah ini berdampak langsung pada operasional harian para pedagang. Slamet (56), seorang pedagang angkringan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku harga plastik bening yang semula Rp36.000 per pak sebelum Lebaran, kini mencapai Rp42.000.
Slamet menjelaskan, satu pak plastik bening biasanya habis dalam tiga hari, sehingga ia membutuhkan setidaknya dua pak per minggu. Meskipun demikian, ia memilih untuk tidak menaikkan harga jual produknya, menanggung sendiri kenaikan biaya tersebut demi mempertahankan pelanggan.
Senada dengan Slamet, Tari, seorang pengusaha laundry di Sleman, juga merasakan dampak kenaikan harga plastik. Ia menyebutkan, harga plastik pembungkus baju laundry yang dibeli dalam partai besar melonjak dari Rp800.000 menjadi Rp1,2 juta per pak.
Di Jakarta Selatan, Teguh, penjual pempek gerobakan di kawasan Kemandoran, turut mengeluhkan kenaikan harga plastik yang mencapai Rp10.000 per pak kecil dari sebelumnya Rp6.000. "Kemarin itu naiknya Rp2.000 per hari, saya juga nggak tahu kenapa bisa gitu, padahal itu plastik yang paling cocok," ujar Teguh.
Untuk menyiasati kenaikan tersebut, Teguh terpaksa mengganti merek plastik dengan kualitas di bawah standar biasanya, meskipun harga tetap sama. Ia berharap harga plastik dapat segera turun, mengingat harga bahan baku pempeknya juga sudah banyak yang naik.
Elisabeth Ratu Rante Allo, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, pada Sabtu (11/4/2026) menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik ini terjadi pada berbagai jenis seperti kantong kresek, serta plastik kemasan makanan dan minuman berjenis Polyethylene Terephthalate (PET) dan Polyethylene (PE) di seluruh wilayah Jakarta.
Wilayah Jakarta Barat mencatat kenaikan tertinggi. Kantong kresek naik sekitar 40 persen dari Rp11.000 menjadi Rp17.000 per pak, dengan harga tertinggi di Jakarta Barat mencapai Rp19.000. Sementara itu, plastik kemasan makanan berbahan PET naik sekitar 35 persen menjadi Rp22.000 per pak dari Rp15.771.
Atik Purmiyati, Pakar Ekonomi Koperasi dan UMKM dari Universitas Airlangga (UNAIR), mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik di Indonesia berkisar antara 30 hingga 80 persen hingga April 2026. Lonjakan ini tidak terlepas dari konflik geopolitik global yang memengaruhi pasokan minyak dunia.
Menurut Atik, 60 persen bahan baku utama pembuatan plastik di Indonesia masih bergantung pada impor, menjadikan harga domestik sangat rentan terhadap gangguan rantai pasok global. Senada, M. Sri Wahyudi Suliswanto, pakar ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menilai lonjakan harga plastik hingga 100 persen dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dan bahan baku akibat konflik global.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·