Helikopter Matthew Air Angkut Delapan Orang Hilang Kontak di Sekadau

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Sebuah helikopter Airbus H-130T2 dengan nomor registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air dilaporkan hilang kontak di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4/2026) pagi sekitar pukul 08.39 WIB.

Pesawat yang mengangkut total delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang, tersebut sedang dalam perjalanan dari kawasan perkebunan sawit PT Citra Mahkota di Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya.

Kantor SAR Pontianak menerima laporan kehilangan kontak dari pihak AirNav pada pukul 10.40 WIB, setelah helikopter yang dipiloti Capt. Marindra Wibowo dan Co-pilot Harun Arasyid itu gagal mendarat sesuai jadwal pada pukul 08.50 WIB.

"Benar, kami menerima informasi terkait hilangnya kontak helikopter PK-CFX di wilayah Sekadau," ujar Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, sebagaimana dilansir dari detikKalimantan.

Data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menunjukkan adanya sinyal darurat (distress signal) yang terdeteksi melalui sistem COSPAS-SARSAT pada frekuensi 406.0367 MHz sekitar pukul 13.09 UTC.

Sinyal beacon tersebut memancarkan koordinat 00°12'00" LS dan 110°44'00" BT di wilayah Kalimantan Barat, yang menjadi titik fokus pencarian bagi tim SAR gabungan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Melawi, Rahmad Maulidin, mengonfirmasi bahwa helikopter tersebut baru saja bertolak dari area perkebunan sawit di Menukung sebelum hilang di wilayah Sekadau.

Berdasarkan profil profesionalnya, pilot in command Capt. Marindra Wibowo merupakan penerbang berpengalaman yang telah berkarier sejak 2002 dan memiliki latar belakang sebagai perwira di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI AL.

Hingga Kamis siang, tim penyelamat dari Pos SAR Sintang dan Kantor SAR Pontianak telah dikerahkan ke lokasi yang berjarak sekitar 114 kilometer dari Sintang dengan membawa peralatan navigasi serta Direction Finder.

Operasi pencarian ini melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, AirNav Pontianak, hingga masyarakat setempat guna menyisir wilayah hutan di Nanga Taman tempat terakhir helikopter terdeteksi.