Hindari Ego Sektoral: Kunci Sukses Pengolahan Data yang Optimal

Sedang Trending 1 jam yang lalu

KUALA KAPUAS,PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) guna menyinkronkan data sektoral daerah dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Rapat yang dipimpin langsung Bupati Kapuas Haji Muhammad Wiyatno sekaligus  menyelaraskan kebijakan daerah dengan Program Strategis Nasional (Pro-SN).

Rapat yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Senin (11/9) dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai, serta Plt. Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami. Kepala BPS Kabupaten Kapuas Ahmad Nasrullah, dan kepala organisasi perangkat daerah Kabupaten Kapuas serta para camat melalui zoom meeting.

Bupati Kapuas H. M. Wiyatno dalam arahannya menegaskan bahwa kerja keras pemerintah daerah harus didukung oleh dokumentasi dan pelaporan data yang baik agar berbuah hasil yang nyata bagi daerah. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan BPS agar tidak terjadi ego sektoral dalam pengelolaan data.

“Pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa-apa tanpa sinergi yang baik dengan BPS. Di sinilah perlunya kita berkomunikasi sehingga bisa saling melengkapi. Harapan kita kerjanya baik, administrasinya pun baik. Saya berharap tidak ada lagi ego sektoral, karena tanpa OPD, BPS tidak bisa apa-apa, dan tanpa BPS, kita pun tidak bisa apa-apa,” tegas H. M. Wiyatno.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa data yang akurat sangat berpengaruh pada penilaian indikator strategis seperti penanganan stunting, inflasi, hingga tingkat pengangguran. “Jangan sampai kita sudah bekerja keras di lapangan, namun karena data sektoral tidak sinkron, hasilnya dianggap kurang baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Maria Wahyu Utami merespons positif komitmen pimpinan daerah Kabupaten Kapuas. Beliau menjelaskan mengenai metodologi survei dan proses pengujian data yang dilakukan BPS untuk menjamin validitas statistik. Maria menyatakan kesiapan BPS untuk mendampingi pemerintah daerah dalam mengintegrasikan data sektoral agar selaras dengan standar data nasional.

Rapat koordinasi yang difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini diharapkan menjadi titik temu untuk menyatukan basis data daerah. Dengan data yang sinkron, Pemerintah Kabupaten Kapuas optimis pelaksanaan Program Strategis Nasional (Pro-SN) dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif dan akuntabel.(alx/hms/kpg)

KUALA KAPUAS,PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) guna menyinkronkan data sektoral daerah dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Rapat yang dipimpin langsung Bupati Kapuas Haji Muhammad Wiyatno sekaligus  menyelaraskan kebijakan daerah dengan Program Strategis Nasional (Pro-SN).

Rapat yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Senin (11/9) dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai, serta Plt. Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami. Kepala BPS Kabupaten Kapuas Ahmad Nasrullah, dan kepala organisasi perangkat daerah Kabupaten Kapuas serta para camat melalui zoom meeting.

Bupati Kapuas H. M. Wiyatno dalam arahannya menegaskan bahwa kerja keras pemerintah daerah harus didukung oleh dokumentasi dan pelaporan data yang baik agar berbuah hasil yang nyata bagi daerah. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan BPS agar tidak terjadi ego sektoral dalam pengelolaan data.

Electronic money exchangers listing

“Pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa-apa tanpa sinergi yang baik dengan BPS. Di sinilah perlunya kita berkomunikasi sehingga bisa saling melengkapi. Harapan kita kerjanya baik, administrasinya pun baik. Saya berharap tidak ada lagi ego sektoral, karena tanpa OPD, BPS tidak bisa apa-apa, dan tanpa BPS, kita pun tidak bisa apa-apa,” tegas H. M. Wiyatno.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa data yang akurat sangat berpengaruh pada penilaian indikator strategis seperti penanganan stunting, inflasi, hingga tingkat pengangguran. “Jangan sampai kita sudah bekerja keras di lapangan, namun karena data sektoral tidak sinkron, hasilnya dianggap kurang baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Maria Wahyu Utami merespons positif komitmen pimpinan daerah Kabupaten Kapuas. Beliau menjelaskan mengenai metodologi survei dan proses pengujian data yang dilakukan BPS untuk menjamin validitas statistik. Maria menyatakan kesiapan BPS untuk mendampingi pemerintah daerah dalam mengintegrasikan data sektoral agar selaras dengan standar data nasional.

Rapat koordinasi yang difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini diharapkan menjadi titik temu untuk menyatukan basis data daerah. Dengan data yang sinkron, Pemerintah Kabupaten Kapuas optimis pelaksanaan Program Strategis Nasional (Pro-SN) dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif dan akuntabel.(alx/hms/kpg)