Huawei Klaim Temukan Teknologi Baru untuk Produksi Chip Canggih

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Huawei Technologies Co. menyatakan telah menemukan metode baru bernama LogicFolding untuk memangkas jarak kemampuan produksi semikonduktor dengan pemimpin industri Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC). Inovasi ini memungkinkan pembuatan chip canggih tanpa peralatan litografi ultraviolet ekstrim (EUV).

Langkah strategis produsen teknologi asal Shenzhen ini menjadi bagian penting dari upaya swasembada semikonduktor Beijing setelah menghadapi pengetatan ekspor dari Amerika Serikat. Saat ini terdapat selisih kemampuan sekitar lima tahun antara produk TSMC dan komoditas hasil kerja sama Huawei dengan Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC).

Dilansir dari Bloombergtechnoz pada Selasa (26/5/2026), pengumuman pencapaian tersebut disampaikan langsung oleh kepala divisi semikonduktor dalam sebuah konferensi industri awal pekan ini.

"Tahun ini kami telah menyiapkan kejutan bagi seluruh industri. Bukan sekadar stabilisasi, bukan sekadar kelanjutan, melainkan lompatan besar ke depan," kata He Tingbo, Kepala Divisi Semikonduktor Huawei.

Penegasan tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa arsitektur anyar ini akan diimplementasikan pada lini produk komersial terdekat milik perusahaan. Chip seluler Kirin terbaru pada musim gugur mendatang bakal menjadi produk pertama yang mengadopsi arsitektur penataan sirkuit tersebut.

"Kami melihat time scaling dapat memberikan manfaat signifikan di seluruh perangkat, sirkuit, chip, dan sistem," kata He Tingbo.

Melalui metode penskalaan waktu tersebut, Huawei berupaya menggantikan standar emas industri global yang mulai melambat. Arsitektur terobosan ini didasarkan pada Hukum Skalabilitas Tau milik internal perusahaan untuk menandingi kedigdayaan Hukum Moore.

Respons positif langsung terlihat di pasar modal Tiongkok sesaat setelah pemaparan inovasi tersebut pada hari Senin. Indeks Star 50 di Shanghai melesat ke rekor tertinggi dengan lonjakan saham SMIC lebih dari 18% dan Hua Hong Semiconductor Ltd hingga mencapai batas harian 20%.

Melalui Hukum Her atau Hukum Skalabilitas Tau, Huawei memfokuskan pengembangan pada peningkatan kecepatan transmisi data oleh transistor. Konsep ini mem memadatkan sirkuit tanpa bergantung pada mesin buatan ASML Holding NV asal Belanda demi menggerakkan teknologi kecerdasan buatan (AI) mutakhir.

Analis industri menilai perumusan gagasan ini menjadi teori yang koheren merupakan langkah perdana yang sangat krusial bagi ekosistem domestik.

"Hal ini juga dapat menjadi acuan baru bagi industri semikonduktor Tiongkok dalam mengatasi kendala node proses," kata Kitty Fok, Direktur Pelaksana Perusahaan Riset IDC China.

Guna mendukung kemandirian teknologi, raksasa teknologi ini juga telah mendaftarkan paten teknologi self-aligned quadruple patterning (SAQP) untuk mengukir garis pada wafer silikon. Berdasarkan peta jalan tiga tahun yang diumumkan September lalu, rangkaian chip AI baru akan diluncurkan untuk mengisi kekosongan pasar akibat larangan ekspor produk premium Nvidia Corp ke China.