Nvidia Incar Pasar Baru Rp 3.400 Triliun Lewat Prosesor Vera

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Perusahaan teknologi Nvidia meluncurkan chip unit pemrosesan pusat terbaru bernama Vera untuk menyasar peluang pasar baru bernilai potensi 200 miliar dollar AS atau sekitar Rp 3.400 triliun. Langkah ini memperluas dominasi Nvidia yang sebelumnya berfokus pada kartu grafis.

Nilai fantastis tersebut disampaikan dalam earnings call kuartal pertama tahun fiskal 2027 Nvidia, seperti dilansir dari Tekno. Produsen chip ini mengoptimalkan Vera untuk kecepatan pemrosesan token informasi, berbeda dengan CPU cloud tradisional buatan Intel atau AMD.

Melalui produk ini, Nvidia memposisikan diri untuk menopang kebutuhan pembangunan ulang infrastruktur komputasi secara masif bagi miliaran agen AI otonom dan robot fisik di masa depan.

"CPU pertama di dunia yang dibangun secara khusus untuk agentic AI." kata Jensen Huang, CEO sekaligus pendiri Nvidia.

Menurut penjelasan Huang, terjadi pergeseran arsitektur dasar di mana GPU menangani aspek penalaran model AI, sementara CPU Vera bertugas memproses perintah dan mengelola alat digital agen AI.

Saat ini, setiap perusahaan penyedia cloud raksasa dan perakit sistem utama di dunia dilaporkan telah bermitra dengan Nvidia untuk menggelar teknologi tersebut.

Penjualan chip CPU Vera diklaim telah menyentuh angka 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp 340 triliun sepanjang tahun ini, di mana Nvidia juga membukukan rekor pendapatan kuartal terbaru sebesar 81,6 miliar dollar AS.

Pihak manajemen memproyeksikan pendapatan perusahaan akan kembali meningkat hingga mencapai angka 91 miliar dollar AS pada kuartal mendatang.