Ibu Bayi Nyaris Tertukar Layangkan Somasi ke RSUP Dr Hasan Sadikin

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Nina Saleha secara resmi melayangkan surat somasi kepada pihak Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Senin (13/4/2026). Langkah hukum ini diambil menyusul insiden nyaris tertukarnya bayi milik Nina di rumah sakit tersebut beberapa waktu lalu.

Pendampingan hukum dilakukan saat Nina mendatangi RSHS Bandung untuk menemui Direktur Utama, Rachim Dinata Marsidi, meski yang bersangkutan dilaporkan sedang tidak berada di tempat. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, pertemuan tersebut akhirnya hanya diwakili oleh bagian Biro Hukum rumah sakit.

"Kita diskusi dengan pihak rumah sakit dan diwakili Biro Hukum, tapi tidak ada solusi, sehingga kita melayangkan surat somasi untuk pihak rumah sakit yang sudah kita siapkan," kata kuasa hukum Nina Saleha, Mira Widyawati, saat dihubungi Detikcom melalui sambungan telepon.

Pihak keluarga memberikan tenggat waktu selama 3x24 jam bagi manajemen RSHS Bandung untuk memberikan respons resmi atas somasi tersebut. Mira menegaskan bahwa pihaknya akan melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri atau Polda Jawa Barat jika tuntutan mereka diabaikan.

Surat somasi tersebut memuat poin-poin penting mengenai fakta yang dinilai belum terungkap sepenuhnya ke publik. Nina menuntut transparansi total dari pihak rumah sakit guna memastikan standar keamanan pasien terjaga dan mencegah peristiwa serupa terulang kembali di masa depan.

Selain upaya somasi, Nina Saleha berencana melakukan tes DNA untuk memastikan identitas biologis bayinya. Keputusan ini dipicu oleh maraknya aduan masyarakat melalui media sosial yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa di rumah sakit yang sama.

Rencana tes DNA tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan emosional bagi orang tua. Hingga saat ini, pihak keluarga juga mendorong korban lain yang merasa mengalami kendala serupa di RSHS untuk mulai berani bersuara terkait prosedur penanganan bayi.