Caracas (ANTARA) - Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Kamis (23/4) mengatakan hubungan dengan Amerika Serikat (AS) harus didasarkan pada sikap saling menghormati.
"Hari ini, perwakilan diplomatik baru AS tiba di Venezuela dan kami berharap dapat melanjutkan agenda kerja kami, sebuah agenda yang harus didasarkan pada respek," ujar Rodriguez.
Demikian disampaikannya saat memimpin apel besar di Negara Bagian Lara, Venezuela barat, sebagai bagian dari "Perjalanan Agung Nasional untuk Venezuela Tanpa Sanksi dan dalam Perdamaian" (Great National Pilgrimage for a Venezuela Without Sanctions and in Peace).
Utusan baru AS John Barrett mendarat di Caracas pada Kamis (23/4) untuk memajukan rencana Washington terkait transisi Venezuela setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap dalam operasi militer AS.
Rodriguez menyerukan diakhirinya pemberlakuan sanksi yang semakin ketat oleh AS terhadap Venezuela selama bertahun-tahun. Dia menekankan bahwa semua sanksi harus dicabut.
Terlepas dari sanksi-sanksi tersebut, kata dia, Pemerintah Venezuela dan rakyatnya telah berhasil meningkatkan produksi dan memperkuat kemampuan negara.
Dalam semangat yang sama, dia mengatakan berbagai sektor politik dan sosial di negara itu harus melakukan refleksi dan bekerja sama untuk mencegah terulangnya intervensi militer AS pada 3 Januari yang berakhir dengan penangkapan paksa Maduro.
"Semoga rudal dan bom tidak pernah lagi jatuh di wilayah kita," ujar Rodriguez.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·