IEA Prediksi Produksi Minyak Teluk Arab Pulih Bertahap Pasca Blokade

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan produsen minyak utama di Teluk Arab mampu memulihkan separuh kapasitas produksi mereka dalam waktu dua minggu setelah akses Selat Hormuz dibuka kembali pada Selasa (14/4/2026). Langkah ini bergantung pada kelancaran transit kapal tanker pasca berakhirnya blokade.

Pemulihan operasional ladang minyak yang sempat ditutup selama konflik tersebut diperkirakan akan meningkat hingga 80 persen dalam waktu satu bulan. Laporan pasar minyak bulanan IEA mencatat bahwa percepatan ini membutuhkan mobilisasi tenaga kerja, kontraktor, serta normalisasi rantai pasok global.

Sebanyak 8,9 juta barel per hari (bph) produksi minyak dari anggota OPEC+ di wilayah Teluk dilaporkan berhenti beroperasi pada Maret 2026. Angka ini sejalan dengan perkiraan pemerintah Amerika Serikat yang memprediksi penghentian total mencapai 9 juta bph pada April ini, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Pemulihan sisa 20 persen produksi dinilai sebagai tantangan terberat bagi negara-negara seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. IEA menjelaskan bahwa kendala teknis berupa penurunan tekanan pada ladang minyak menghambat aktivasi kembali secara instan.

Keamanan navigasi di Selat Hormuz menjadi prasyarat mutlak mengingat Iran sempat menutup jalur air vital tersebut selama periode perang. Penutupan tersebut memaksa produsen memangkas output karena fasilitas penyimpanan di darat telah mencapai kapasitas maksimum.

"Pertama, kapal tanker bermuatan minyak perlu keluar dari Teluk," tulis IEA dalam laporan resminya pada Selasa (14/4/2026). IEA menambahkan bahwa kapal-kapal yang tengah melakukan pengisian bahan bakar harus segera memuat muatan untuk mengurangi stok di penyimpanan pelabuhan.

Upaya memulai kembali produksi hulu maupun kilang tidak mungkin dilakukan tanpa jadwal pemuatan kapal yang terprediksi. Sebagian negara sebelumnya telah melakukan pemangkasan produksi secara preemptif agar infrastruktur minyak dapat diaktifkan lebih cepat setelah situasi keamanan stabil.