IHSG 12 Mei 2026 Anjlok 1,22 Persen Saat Rupiah Tembus Rp17.505

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, mengalami pembalikan arah dengan koreksi tajam sebesar 1,22 persen ke level 6.821. Penurunan ini terjadi seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp17.505 per dolar AS.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, posisi rupiah tersebut merupakan level terendah sepanjang sejarah atau All Time Low (ATL) yang tercatat pada pukul 09:25 WIB. Tekanan pada mata uang domestik ini memberikan dampak negatif langsung terhadap kepercayaan investor di pasar saham.

Pergerakan IHSG sepanjang pagi ini berada di rentang 6.977 hingga titik terendah di 6.818. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp2,34 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 6,12 miliar saham melalui 464 ribu kali frekuensi transaksi.

Sektor perindustrian, infrastruktur, dan kesehatan menjadi pemberat utama dengan pelemahan masing-masing sebesar 2,94 persen, 2,41 persen, dan 1,52 persen. Secara keseluruhan, sebanyak 396 saham mengalami penurunan, sementara 179 saham menguat dan 148 saham lainnya stagnan.

Pelemahan indeks didorong oleh anjloknya sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps). Berikut adalah daftar emiten yang mencatatkan penurunan signifikan pada sesi pagi ini:

Daftar Saham Big Caps yang Menekan IHSG 12 Mei 2026Nama EmitenKode SahamPersentase Penurunan
PT Ekamas Mora Republik TbkMORA15%
PT Impack Pratama Industri TbkIMPC5,33%
PT Barito Renewables Energy TbkBREN4,75%
PT Sumber Alfaria Trijaya TbkAMRT4,71%

Tekanan Sentimen Global dan Harga Minyak

Kondisi pasar kian tertekan akibat memburuknya sentimen global setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keraguan atas masa depan gencatan senjata dengan Iran. Sikap ini memperpanjang penutupan jalur vital di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga energi.

"Kesepakatan damai yang komprehensif tampaknya sulit terwujud," tulis analis Bloomberg Economics, termasuk Dina Esfandiary dan Becca Wasser, dalam catatan terbarunya. Hal ini tercermin dari harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang menguat 4,62 persen ke level US$99,19 per barel.

Sementara itu, harga minyak Brent terpantau berada di posisi US$105,29 per barel pada pukul 09:25 WIB. Ketidakpastian terkait penghentian perang yang telah berlangsung selama 10 minggu tersebut membuat aset di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, dinilai berisiko tinggi.

Pasar kini juga tengah mencermati pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan keluar hari ini. Muncul kekhawatiran mengenai potensi penurunan bobot Indonesia dalam indeks global tersebut yang diprediksi akan menambah beban pergerakan aset berdenominasi rupiah.