Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Selasa, 12 Mei 2026. Meski sempat menguat tajam di awal pembukaan, indeks saham domestik justru berakhir di zona merah.
Dilansir dari Detik Finance, IHSG tercatat melemah sebesar 1,43 persen ke level 6.807,12 pada jeda siang ini. Padahal, saat pembukaan pasar pagi tadi, indeks sempat menyentuh level 6.977,28 dengan kenaikan sekitar 1 persen.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 456 saham mengalami penurunan harga, sementara 192 saham lainnya menguat dan 166 saham bergerak stagnan. Tekanan pada indeks dipicu oleh masifnya aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing.
Sepanjang sesi I perdagangan, akumulasi foreign sell yang tercatat di data Stockbit mencapai angka Rp 2,63 triliun. Adapun untuk nilai jual bersih atau net foreign sell dari pemodal asing mencapai Rp 653,44 miliar.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) milik Grup Sinar Mas menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh asing dengan nilai jual Rp 105,69 miliar. Di posisi kedua, saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 100,61 miliar.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga masuk dalam jajaran saham yang banyak dilepas dengan nilai Rp 79,54 miliar. Namun, di tengah koreksi indeks, investor asing terpantau masih mengoleksi beberapa saham unggulan lainnya.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memimpin daftar pembelian asing dengan net foreign buy mencapai Rp 25,17 miliar. Selanjutnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp 22,26 miliar.
Di urutan ketiga saham yang paling banyak diborong asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan porsi net foreign buy senilai Rp 19,43 miliar. Fluktuasi ini menandai dinamika pasar modal yang cukup volatil sepanjang setengah hari perdagangan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·