Adnoc Gas Plc memproyeksikan fasilitas pengolahan gas alam Habshan di Uni Emirat Arab (UEA) baru akan beroperasi dengan kapasitas penuh pada 2027 mendatang. Langkah ini diambil guna memulihkan infrastruktur krusial yang mengalami kerusakan akibat dampak perang di Iran pada Selasa, 12 Mei 2026.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, saat ini pabrik Habshan hanya beroperasi pada level 60 persen dari total kapasitas normal. Perusahaan menargetkan peningkatan operasional hingga 80 persen pada akhir tahun ini sebelum mencapai pemulihan total di tahun depan.
Infrastruktur energi ini sebelumnya menjadi sasaran dua kali serangan pada awal April 2026. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan selama konflik yang menghantam berbagai fasilitas energi di negara itu dan kawasan Timur Tengah lainnya.
Konfrontasi militer tersebut juga memicu penutupan hampir total di Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan jalur krusial ini menyebabkan gangguan distribusi yang signifikan serta lonjakan harga energi global.
Adnoc Gas memperkirakan dampak kerugian finansial akibat penutupan Selat Hormuz mencapai angka US$400 juta hingga US$600 juta pada kuartal kedua. Direktur Keuangan (CFO) Adnoc Gas, Peter Van Driel, menjelaskan bahwa ekspor gas alam cair (LNG) perusahaan sangat terdampak oleh situasi keamanan tersebut.
"Beberapa muatan yang belum dikirim saat ini disimpan di kapal, di bawah tanah, atau di tangki," kata Peter Van Driel, CFO Adnoc Gas Plc.
Pihak manajemen memastikan kesiapan armada kapal untuk segera beroperasi kembali setelah jalur perairan tersebut dinyatakan aman untuk dilalui. Van Driel menekankan bahwa proses pengiriman akan segera dilanjutkan dalam waktu yang masuk akal pasca pembukaan selat.
"Setelah Selat Hormuz dapat dilalui kembali, perusahaan akan melanjutkan pengiriman dalam jangka waktu yang wajar. Jangan tanya saya apakah itu dua minggu atau tiga minggu, kami belum tahu. Tapi kapal-kapal kami sudah siap," katanya.
Data pelacakan kapal menunjukkan setidaknya dua kapal tanker dari fasilitas LNG Pulau Das Abu Dhabi telah melewati Selat Hormuz baru-baru ini. Kapal-kapal tersebut dilaporkan mematikan sinyal pelacakan mereka saat melintasi jalur tersebut untuk alasan keamanan.
Adnoc Gas menyatakan tetap berupaya menjalin kerja sama aktif dengan pelanggan dan mitra kerja secara transaksional. Perusahaan berkomitmen untuk memenuhi seluruh kewajiban kontrak pengiriman gas meskipun di tengah kondisi ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·