IHSG Anjlok Hampir 2 Persen Saat Bursa Asia Pasifik Menguat

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga hampir 2 persen pada awal perdagangan, Kamis (21/5/2026). Pergerakan indeks saham Garuda ini melemah di saat bursa saham di kawasan Asia justru bergerak di zona hijau.

Dilansir dari Detik Finance, data dari RTI Business menunjukkan IHSG ambles sebesar 1,94 persen dan menempatkannya di level 6.196,80. Padahal, pada pembukaan perdagangan di pagi hari, indeks sempat menguat hingga menyentuh posisi 6.378,81.

Kondisi pasar modal domestik ini berbanding terbalik dengan situasi di mayoritas bursa Asia lainnya. Penguatan di bursa regional tersebut didorong oleh munculnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diproyeksikan mampu menekan harga minyak mentah dunia.

Pasar saham di wilayah Asia-Pasifik secara umum mengawali perdagangan dengan bergerak lebih tinggi. Kenaikan pada indeks saham Asia dipicu oleh performa positif Wall Street, yang merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai perkembangan negosiasi dengan Iran.

Kabar mengenai tahapan akhir negosiasi tersebut menjadi stimulus yang meningkatkan optimisme para pelaku pasar. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melesat naik 3,54 persen pada pembukaan pasar, bersamaan dengan publikasi data perdagangan domestik yang baru dirilis.

Lompatan signifikan juga terjadi di Korea Selatan, di mana indeks Kospi memperpanjang reli penguatan hingga mencapai 7 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Kosdaq yang menjadi papan perdagangan utama lainnya di Korea Selatan turut terkerek naik sebesar 4,88 persen.

Tren positif ini menjalar ke wilayah lain dengan indeks S&P/ASX 200 di Australia yang tercatat menguat 1,62 persen. Kondisi serupa terlihat pada indeks CSI 300 di China yang tumbuh 1,67 persen, serta indeks Hang Seng di Hong Kong yang bergerak naik tipis sebesar 0,24 persen.