PGN Integrasikan Gas Pipa dan LNG Domestik

Sedang Trending 41 menit yang lalu

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN memperkuat pasokan energi nasional melalui langkah integrasi gas bumi berbasis pipa dan liquefied natural gas domestik. Strategi ini direalisasikan lewat sejumlah penandatanganan kerja sama strategis dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition 2026 di Jakarta pada Rabu (20/5/2026), dilansir dari Money.

Integrasi pasokan ini dinilai krusial demi menjaga keandalan distribusi energi bagi seluruh konsumen di berbagai sektor tanah air. PGN mengandalkan sumber domestik untuk memperkokoh pengelolaan pasokan gas bumi yang terintegrasi secara berkelanjutan.

"Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan penyaluran energi gas bumi sekaligus meningkatkan fleksibilitas pemenuhan kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah," ujar Fajriyah Usman, Corporate Secretary PGN.

Kombinasi pasokan gas dari pipa dan LNG yang bersumber dari dalam negeri diproyeksikan mampu memperluas jangkauan penyaluran energi oleh PGN. Area distribusi akan difokuskan pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru serta wilayah pengembangan di Indonesia.

"Melalui pengelolaan pasokan yang terintegrasi, PGN bersama Pertamina Group berupaya menjaga keandalan energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan transisi menuju energi yang lebih rendah emisi," tutur Fajriyah Usman, Corporate Secretary PGN.

Dalam penguatan sektor pipa gas, PGN menyepakati amandemen PJBG untuk perpanjangan kontrak pasokan gas bumi dari WK Corridor untuk BBG dan jaringan gas rumah tangga. Kerja sama lain mencakup perubahan kontrak pasokan gas dari Husky-CNOOC Madura Limited serta kesepakatan key terms dengan Medco E&P Sakakemang untuk pembelian gas di WK Sakakemang.

Sementara pada sektor LNG, kerja sama mencakup tiga pengamanan pasokan jangka panjang bersama Pertamina dan mitra strategis. Kesepakatan tersebut meliputi Head of Agreement LNG South Hub, HoA LNG North Hub, dan HoA pembelian LNG Abadi Masela.