Sembilan Manajer Investasi Siap Luncurkan ETF Emas di BEI

Sedang Trending 38 menit yang lalu

Bursa Efek Indonesia mengumumkan sembilan manajer investasi bersiap meluncurkan produk Exchange Traded Fund emas berbasis komoditas fisik yang diproyeksikan mulai melantai di bursa paling cepat pada akhir Juni 2026, seperti dilansir dari Market pada Rabu (20/5/2026).

Penerbitan instrumen baru ini sekarang sedang berada dalam tahap pengajuan dokumen serta peninjauan prospektus kepada otoritas terkait. Sebanyak dua manajer investasi telah resmi mendaftarkan dokumen pencatatan, sedangkan tujuh manajer investasi lainnya masih menyelesaikan proses tinjauan hukum.

Head of Business Development 2 Division BEI Ignatius Denny Wicaksono menjelaskan bahwa proses pengajuan dari penyerahan dokumen hingga persetujuan otoritas umumnya memerlukan waktu beberapa bulan.

"Kalau melihat proses yang biasa, dari submission dokumen sampai persetujuan biasanya memakan waktu sekitar 2 sampai 3 bulan. Kalau mulai masuk pada Mei, maka kemungkinan paling cepat akhir Juni, tetapi secara standar kemungkinan sekitar Juli," ujarnya dalam pemaparan daring, Rabu (20/5/2026).

Denny memaparkan bahwa skema perhitungan perpajakan untuk instrumen ini masih dalam tahap pengkajian karena belum memiliki regulasi tarif tetap seperti produk pasar modal lainnya.

"Untuk emas ini masih berupa capital gain sehingga simulasi perpajakannya masih terus dibahas bersama Direktorat Jenderal Pajak," katanya.

Integrasi penyimpanan emas fisik sebagai aset dasar akan dikelola oleh penyelenggara usaha bulion di bawah pengawasan regulator, seperti PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia. Mekanisme penyimpanan tersebut dihubungkan langsung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia demi menjamin validitas cadangan emas yang beredar.

BEI memproyeksikan ETF emas ini mampu menarik minat investor institusi maupun ritel karena menawarkan likuiditas tinggi, fleksibilitas transaksi langsung di bursa, serta transparansi harga yang kompetitif dibandingkan emas fisik konvensional.