Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami penguatan teknikal pada perdagangan Jumat (24/4/2026) meski sempat tertekan aksi jual asing senilai Rp1,36 triliun pada hari sebelumnya. Pergerakan indeks diprediksi akan menguji level resistansi terdekat setelah ditutup pada posisi 7.378,60.
Data dari RTI menunjukkan pelemahan tajam sebesar 2,16 persen pada Kamis (23/4/2026), yang turut menyeret indeks LQ45 turun 2,73 persen ke level 715,87. Sebanyak 505 saham tercatat melemah di tengah depresiasi nilai tukar Rupiah yang menyentuh angka Rp17.278 per dolar Amerika Serikat.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi adanya peluang pemulihan indeks dalam rentang waktu singkat. Ia memetakan level dukungan berada di kisaran 7.250-7.300 dengan target penguatan menuju 7.420-7.480.
"Hati-hati jika gagal break level itu, masih potensi koreksi kembali mendekati level 7.200," ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas.
Pihak BNI Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini, di antaranya PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan target harga 2.920-2.960 dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) pada target 1.040-1.060. Selain itu, saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), dan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) juga masuk dalam pantauan.
Di sisi lain, Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam risetnya mengestimasi bahwa fase konsolidasi bursa domestik masih akan berlanjut pada akhir pekan ini. Analis menyarankan pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap pergerakan indikator moving average harian.
"Para investor/trader disarankan untuk lebih banyak wait and see sambil menanti market stabilizing," demikian menurut riset Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Kondisi pasar sebelumnya pada Kamis mencatatkan volume perdagangan mencapai 54,2 miliar saham dengan total nilai transaksi harian sebesar Rp20,5 triliun. Sebagian besar sektor saham terpantau memerah, di mana sektor industri dan barang konsumen siklikal menjadi pemberat utama dengan koreksi masing-masing melampaui 3,4 persen.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·