IHSG Berpotensi Konsolidasi Usai Koreksi Akibat Aksi Ambil Untung

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak secara konsolidatif pada perdagangan Kamis (16/4/2026) setelah mengalami koreksi pasca penguatan beruntun selama sepekan terakhir. Pergerakan indeks diperkirakan berada pada rentang 7.500 hingga 7.700 menyusul adanya tekanan teknikal dan sentimen eksternal.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG ditutup melemah sebesar 0,68 persen ke posisi 7.623,586 pada sesi perdagangan Rabu (15/4/2026). Dilansir dari Money, penurunan ini didorong oleh aksi ambil untung atau profit taking investor, dengan sektor infrastruktur mencatatkan koreksi paling dalam.

Analisis teknikal dari Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa indikator Stochastic RSI saat ini berada di area jenuh beli (overbought) dan telah membentuk pola death cross. Kondisi ini memperkuat potensi terjadinya konsolidasi dalam jangka pendek meskipun histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di jalur positif.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan mengalami konsolidasi pada kisaran 7.500-7.700," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya yang dirilis Rabu (15/4/2026). Di sisi lain, tekanan pasar modal juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp 17.140 per dollar AS.

Faktor eksternal turut membayangi stabilitas ekonomi domestik, terutama terkait meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. S\&P Global Ratings memberikan penilaian bahwa peringkat utang Indonesia menjadi salah satu yang paling rentan jika konflik di kawasan tersebut berlangsung dalam jangka waktu lama.

Kenaikan harga energi yang dipicu konflik berpotensi memperberat beban subsidi pemerintah dan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, melonjaknya biaya impor minyak dikhawatirkan dapat memperlebar defisit transaksi berjalan Indonesia.

S\&P juga memproyeksikan terjadinya akselerasi inflasi yang bisa memicu kenaikan suku bunga lebih lanjut. Kondisi ini secara otomatis akan meningkatkan biaya pinjaman pemerintah di tengah situasi pasar global yang sedang tidak menentu.

Situasi makin kompleks dengan adanya kebijakan Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz yang menekan negara konsumen energi besar seperti China. Mengingat sebagian besar ekspor minyak Iran mengarah ke China, ketegangan ini diprediksi berdampak pada stabilitas pasar global menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada Mei mendatang.

Terdapat sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati dalam perdagangan hari ini dengan strategi jangka pendek. Phintraco Sekuritas menyarankan pengamatan pada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy untuk PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan target resistansi di Rp 3.620. Saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) juga direkomendasikan untuk trading buy dengan target resistansi pada level Rp 820.