IHSG Berpotensi Terkoreksi Akibat Rebalancing MSCI dan Sentimen Global

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami kerawanan koreksi pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, di tengah pergerakan teknikal yang menunjukkan sinyal negatif meski sempat membentuk pola bar menanjak. Dilansir dari Bloombergtechnoz, kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh antisipasi terhadap pengumuman tinjauan kuartalan indeks MSCI dan ketegangan geopolitik global.

Analisis dari Nafan Aji Gusta Utama, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, menunjukkan bahwa indikator stochastic KD masih berada pada area sinyal negatif. Selain itu, volume perdagangan di bursa domestik tercatat mengalami penurunan dengan level support diproyeksikan berada pada kisaran 6.847 hingga 6.715, sementara resisten tertahan di 7.014 sampai 7.119.

"Fokus utama pasar hari ini adalah pengumuman quarterly review dari MSCI," kata Nafan dalam risetnya pada Selasa (12/5).

Kekhawatiran muncul terkait potensi keluarnya saham berkapitalisasi besar seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari indeks global tersebut. Kedua emiten ini masuk dalam daftar High Shareholder Concentration (HSC) yang memicu spekulasi akan terjadinya aliran modal keluar milik investor asing dalam jumlah signifikan.

Di sisi lain, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai indeks komposit masih berupaya menguji area dukungan penting. Rentang support tersebut berada pada level 6.850 hingga 6.960 yang menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

"Pasar juga menantikan data retail sales Indonesia, inflasi AS, serta rebalancing MSCI," kata Reza.

Meskipun dibayangi risiko pelemahan, terdapat beberapa faktor penahan laju koreksi seperti penguatan sektor teknologi dan optimisme terhadap emiten kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat. Faktor internal seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang stabil di atas level 100 serta penundaan kenaikan royalti minerba turut memberikan bantalan positif bagi pasar ekuitas Indonesia.

Data perdagangan pada Senin, 11 Mei 2026, menunjukkan IHSG ditutup melemah 0,92% atau turun 63,78 poin ke posisi 6.905. Pada hari tersebut, investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp751,15 miliar di seluruh pasar, dengan tekanan terbesar dialami saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang terkoreksi 8,21%.

Pelemahan indeks juga beriringan dengan depresiasi nilai tukar rupiah yang ditutup pada level Rp17.412 per dolar AS di pasar spot. Selain faktor ekonomi, sanksi baru Departemen Keuangan AS terhadap entitas yang memfasilitasi perdagangan minyak ilegal Iran menjadi sentimen geopolitik yang diperhatikan pelaku pasar saat ini.