Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM) menyepakati penguatan kerangka kerja sama bilateral melalui penandatanganan Nota Kesepahaman pada Senin (11/5/2026). Kolaborasi ini bertujuan memperdalam hubungan kedua otoritas moneter dalam menjaga stabilitas keuangan dan memajukan sistem pembayaran digital.
Kesepakatan tersebut mencakup berbagai aspek strategis kebanksentralan seperti kebijakan moneter, makroprudensial, hingga pengembangan sektor keuangan. Dilansir dari Bloomberg Technoz, inisiatif ini juga mengutamakan pertukaran informasi dan pengembangan kapasitas kelembagaan antar kedua negara tetangga tersebut.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa sinergi ini mencakup perluasan cakupan kerja sama yang telah disepakati bersama. Hal ini menjadi langkah konkret dalam merespons dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
"Selain itu, kerja sama terkait pula dengan pengembangan sektor keuangan, inisiatif pengembangan kapasitas, pertukaran informasi, serta bidang lain yang disepakati bersama," ujar Perry Warjiyo, Gubernur BI.
Perry menekankan bahwa Nota Kesepahaman ini bukan sekadar simbol formalitas, melainkan tonggak sejarah dalam hubungan jangka panjang kedua lembaga. Penguatan institusional dianggap krusial untuk menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks saat ini.
"Ini merupakan bukti semangat yang berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua bank sentral, terutama di tengah lanskap geopolitik yang menantang saat ini," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI.
Di sisi lain, pihak Malaysia menyambut baik perluasan kemitraan ini sebagai bentuk komitmen bersama. Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour, menyatakan bahwa nota ini mempertegas kemitraan yang telah terjalin lama antara BNM dan BI.
"Hal ini juga merupakan komitmen bersama kami untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang perbankan sentral yang telah ada, sekaligus kerja sama ke bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama," tutur Dato' Abdul Rasheed Ghaffour, Gubernur Bank Negara Malaysia.
Langkah ini diharapkan membuka peluang kemitraan yang lebih sinergis di masa depan. Fokus utama tetap pada integrasi sistem keuangan dan digitalisasi yang menguntungkan kedua negara di kawasan Asia Tenggara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·