Purbaya Yudhi Sadewa Copot Dirjen Anggaran Akibat Pengadaan Motor Listrik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan mengenai pencopotan Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman yang diduga berkaitan dengan lolosnya anggaran pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (11/5/2026). Pencopotan tersebut dilakukan menyusul adanya kebocoran sistem dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dilansir dari Detik Finance, pembehentian Luky Alfirman dari jabatannya sebagai Dirjen Anggaran sebenarnya telah ditetapkan sejak 21 April 2026. Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga mencopot Febrio Kacaribu dari posisi Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal demi melakukan pembenahan di internal kementerian.

Purbaya mengisyaratkan bahwa isu pengadaan kendaraan operasional untuk program makan gratis tersebut menjadi salah satu alasan kuat di balik keputusan tersebut.

"(Dirjen Anggaran dicopot karena) motor MBG, mungkin, Anda tebak saja sendiri," kata Purbaya, Menteri Keuangan.

Purbaya mengakui bahwa otoritas keuangan merasa kecolongan karena realisasi anggaran motor listrik tersebut sempat lolos meskipun dirinya telah memberikan penolakan pada tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan adanya celah pada perangkat lunak milik Direktorat Jenderal Anggaran yang memungkinkan pengajuan tersebut tidak terdeteksi oleh sistem pengawasan.

"Itu software dari Dirjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga nggak kebobolan kayak kemarin tuh. Kamu kebobolan kan? Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi saya tolak. Pokoknya ada kebocoran dari acara tertentu malah melewati itu sehingga softwarenya tidak terdeteksi ya, sehingga sempat keluar. Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita kurangi semaksimal mungkin," ucap Purbaya, Menteri Keuangan.

Pihak kementerian saat ini tengah melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) guna memastikan transparansi belanja negara. Purbaya menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat agar tidak ada alokasi dana yang dinilai janggal di masa mendatang.

"Dalam pengertian Pak Dirjen Anggaran akan lihat apakah belanjanya ada yang aneh-aneh apa enggak ya dengan software yang lebih baik lagi. Dulu kan Anda yang bikin softwarenya kan, kok bisa bobol kita? Jadi yang bikin software SPPG itu dia, makanya saya dibobol sama dia. Tapi sekarang kita perbaiki," tambah Purbaya, Menteri Keuangan.