IHSG Melemah ke Level 6.858 Tertekan Depresiasi Rupiah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi sebesar 46,72 poin atau 0,68 persen ke posisi 6.858,9 pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Penurunan ini dipicu oleh tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan kekhawatiran pasar terhadap penyesuaian bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI.

Berbeda dengan indeks utama, indeks LQ45 justru mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,18 persen hingga mencapai level 669,84. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 486 saham mengalami pelemahan, sementara 217 saham menguat dan 256 saham lainnya berada pada posisi stagnan.

Aktivitas pasar modal tercatat cukup tinggi dengan volume perdagangan mencapai 31,08 miliar saham melalui 2,51 juta frekuensi transaksi. Nilai transaksi harian di BEI menyentuh angka Rp16,27 triliun dengan total kapitalisasi pasar berada di angka Rp12.146 triliun.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim menjelaskan bahwa pelemahan mata uang garuda yang menembus angka Rp17.500 per dolar AS menjadi faktor pemberat utama. Selain itu, pelaku pasar tengah mengantisipasi potensi pengurangan porsi saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Pelemahan rupiah pada level terendah baru, serta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI (Morgan Stanley Capital International) menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG," ujar Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas.

Peningkatan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun juga menjadi sorotan setelah naik 10 basis poin ke level 6,72 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN, sehingga rupiah tertekan hingga rekor Rp17.525 per dolar AS.

Ratna Lim memaparkan bahwa fenomena kenaikan imbal hasil obligasi ini juga terjadi di pasar global, termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Di Inggris, yield obligasi pemerintah bahkan menyentuh level tertinggi sejak 2008 akibat dinamika politik internal kepemimpinan negara tersebut.

Analisis teknikal dari Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG akan menguji area dukungan (support) pada rentang 6.700 hingga 6.750. Jika mampu bertahan pada level tersebut, indeks memiliki potensi untuk melakukan penguatan teknikal (technical rebound) kembali ke arah 6.900.

Kinerja Sektoral BEI Selasa (12/5/2026)SektorPerforma (%)
Kesehatan-3,52
Industri-3,20
Infrastruktur-1,49
Barang Konsumen Primer-1,44
Properti-0,61
Teknologi-0,48
Barang Konsumen Non-Primer-0,06
Energi+0,01
Keuangan+0,31
Transportasi dan Logistik+1,59
Barang Baku+1,85