IHSG Melemah ke Level 7.147 pada Pembukaan Perdagangan Jumat Pagi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan ke level 7.147,86 pada pembukaan perdagangan Jumat (8/5/2026) pukul 09.10 WIB. Pelemahan sebesar 0,37 persen atau 26,46 poin ini terjadi di tengah kondisi pasar Asia yang mayoritas bergerak di zona merah menjelang akhir pekan.

Data dari RTI yang dilansir dari Detik Finance menunjukkan indeks sempat menyentuh titik tertinggi pada level 7.186,83 dan terendah di 7.139,11. Tercatat sebanyak 367 saham melemah, sementara 180 saham menguat dan 160 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi atau stagnan.

Aktivitas pasar pada pagi ini melibatkan volume transaksi sebanyak 5,09 miliar saham dengan nilai perputaran mencapai Rp 1,80 triliun. Secara regional, indeks Nikkei susut 0,63 persen, Hang Seng merosot 1,21 persen, dan Shanghai Composite Index turun tipis 0,11 persen.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih memberikan proyeksi bahwa pergerakan indeks sepanjang hari ini akan berada pada rentang 7.100 hingga 7.200. Dirinya mencatat adanya penyusutan arus modal asing keluar atau outflow sebesar Rp 76,47 miliar di seluruh pasar pada perdagangan sebelumnya.

"BEI menerbitkan aturan baru (8/5/2026) bahwa emiten di Papan Utama dan Pengembangan wajib memiliki free float minimal 15% dan minimal 50 juta saham beredar di publik, sementara Papan Akselerasi minimal 7,5%. Seluruh emiten wajib memiliki minimal 300 SID," tulis Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas.

Pihak bursa juga menyediakan masa transisi bagi perusahaan tercatat untuk memenuhi ketentuan tersebut, terutama bagi emiten dengan nilai kapitalisasi pasar besar. Dari sektor energi, harga minyak Brent dilaporkan naik kembali ke angka US$ 102 per barel setelah sempat terkoreksi tajam.

"Harga minyak Brent rebound +2,65% US$ 102/barel secara intraday (8/5/2026) setelah koreksi dalam 3 hari beruntun dengan akumulasi penurunan -13%. Bursa Asia Pasifik hari ini dibuka melemah terbatas mengikuti Wall Street, indeks KOSPI -0,45% dan Nikkei 225 -0,23% (8/5/2026)," lanjut Ratih Mustikoningsih.

Koreksi yang terjadi di bursa Amerika Serikat atau Wall Street turut memengaruhi sentimen pasar domestik karena adanya aksi ambil untung oleh para pelaku pasar. Situasi geopolitik di Selat Hormuz antara Iran dan Amerika Serikat juga menjadi faktor eksternal yang terus dipantau investor.