Proses Investasi Rosneft di Kilang Tuban Masih Berjalan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi bahwa keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) dari perusahaan migas asal Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, untuk proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban di Jawa Timur masih dalam tahap proses pada Jumat (8/5/2026).

Kabar mengenai status investasi raksasa migas tersebut muncul di tengah dimulainya proses prakualifikasi tender engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC) untuk megaproyek ini. Kepastian mengenai kelanjutan proyek strategis tersebut dilansir dari Bloomberg Technoz.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan tengah fokus menjaring kontraktor potensial melalui tahapan prakualifikasi tender guna mendukung eksekusi pembangunan fisik kilang di masa mendatang.

"Sedangkan untuk FID Proyek GRR Tuban saat ini masih dalam proses," kata Roberth, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga.

Roberth menyatakan bahwa hasil kualifikasi tersebut akan menentukan perusahaan mana saja yang berhak mengikuti tender EPCC sesuai dengan prosedur yang berlaku di internal perusahaan.

"Prakualifikasi merupakan bagian dari proses tender untuk menjaring calon kontraktor potensial yang nantinya akan mendukung proses eksekusi proyek GRR Tuban," ujar Roberth, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga.

Terkait jadwal pasti dimulainya pengerjaan fisik dan detail tenggat waktu investasi dari pihak Rusia, perusahaan masih menunggu tahapan administratif selesai dilakukan.

"Nanti akan diinfokan oleh yang ikut prakualifikasi, mengikuti prosedur yang berlaku," ungkap Roberth, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga.

PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) telah mengumumkan pembukaan prakualifikasi untuk dua paket pekerjaan utama, yakni Kilang I dan Kilang II GRR Tuban, yang ditujukan bagi perusahaan nasional maupun internasional.

"PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) mengundang perusahaan Anda untuk berpartisipasi dalam proses prakualifikasi untuk Paket EPCC Proyek Kilang Minyak dan Petrokimia Baru di Tuban," tulis pengumuman prakualifikasi tender tersebut.

Persyaratan bagi peserta konsorsium mencakup kewajiban melibatkan minimal satu perusahaan nasional dalam struktur kerja sama operasional atau joint venture mereka.

"Entitas yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam prakualifikasi harus berupa Perusahaan Tunggal [asing/nasional] atau konsorsium/JV/JO yang terdiri dari Pemimpin dan Anggota dengan setidaknya satu perusahaan nasional," tulis PPRP dalam pengumumannya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya mencatat bahwa target penyelesaian FID pada kuartal IV-2025 telah meleset, namun pemerintah menegaskan komitmen Rosneft dalam proyek ini tetap berlanjut.

"Masih berproses [FID Rosneft di Kilang Tuban]," kata Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM.

Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan diskusi antara Pertamina dan Rosneft mengingat nilai investasi proyek ini diprediksi menembus angka US$24 miliar dengan kapasitas olahan 300.000 barel per hari.

"Belum, tetapi tetap berproses. Kan masih berproses, kita tunggu ya," tegas Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya sempat memproyeksikan adanya keputusan akhir pada pertengahan Desember 2025 setelah melakukan serangkaian pembahasan intensif dengan pihak Rosneft Singapore Pte Ltd.

"Rosneft lagi melakukan pembahasan dengan Pertamina. Nanti di pertengahan bulan ini baru ada keputusan," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Dokumen prakualifikasi tender proyek ini dijadwalkan diterima paling lambat pada 26 Mei 2026 pukul 14.00 WIB, dengan sesi pengarahan teknis yang akan dilaksanakan pada 13 Mei 2026.