Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kontraksi sebesar 52,37 poin atau setara 0,68 persen ke level 7.623,58 pada penutupan perdagangan Rabu, 15 April 2026. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual bersih masif yang dilakukan investor asing di pasar reguler.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, tekanan jual oleh pemodal mancanegara mencapai angka Rp1,23 triliun pada pasar reguler di tengah tren penurunan indeks. Sementara itu, jika dihitung pada seluruh pasar, nilai jual bersih investor asing tercatat sebesar Rp1,16 triliun.
Sektor perbankan menjadi sasaran utama pelepasan aset, dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan nilai jual bersih terbesar mencapai Rp706,57 miliar. Kondisi tersebut menyebabkan harga saham BBRI merosot 1,73 persen ke posisi Rp3.400 per lembar saham.
Selain sektor perbankan, sejumlah emiten dari sektor energi dan pertambangan juga mengalami tekanan jual yang signifikan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menempati urutan berikutnya dalam daftar saham yang paling banyak dilepas asing.
| Bank Rakyat Indonesia | BBRI | Rp706,57 miliar |
| Bank Central Asia | BBCA | Rp263,82 miliar |
| Bumi Resources | BUMI | Rp193,56 miliar |
| Petrosea | PTRO | Rp121,05 miliar |
| Barito Pacific | BRPT | Rp56,3 miliar |
| Chandra Daya Investasi | CDIA | Rp48,73 miliar |
| Darma Henwa | DEWA | Rp46,1 miliar |
| Bank Mandiri | BMRI | Rp43,83 miliar |
| Aneka Tambang | ANTM | Rp43,83 miliar |
| Energi Mega Persada | ENRG | Rp43,39 miliar |
Berbeda dengan tren mayoritas pasar, saham PT Astra International Tbk (ASII) justru menjadi incaran investor dengan nilai beli bersih mencapai Rp172,06 miliar. Aliran modal masuk ini mendorong penguatan harga saham ASII sebesar 2,44 persen ke level Rp6.300 per saham.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·