IHSG Menguat 2,34 Persen ke Level 7.675 pada 14 April 2026

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 2,34 persen ke level 7.675,95 pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026). Dilansir dari Bloombergtechnoz, capaian ini menempatkan bursa saham Indonesia sebagai pemimpin penguatan di kawasan Asia dibandingkan indeks negara tetangga.

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 7.686 dengan volume transaksi mencapai 53,31 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp24,85 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 3,1 juta kali. Sebanyak 548 saham terpantau menguat, sementara 151 saham mengalami pelemahan.

Sektor infrastruktur menjadi penggerak utama pasar dengan kenaikan mencapai 5,61 persen, disusul sektor perindustrian sebesar 4,46 persen dan energi 3,67 persen. Beberapa saham yang mencatat kenaikan tertinggi antara lain PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) sebesar 34,8 persen dan PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) sebesar 34,7 persen.

Kinerja positif ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap hasil pertemuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan investor global di Amerika Serikat. Purbaya menemui sejumlah manajer investasi raksasa seperti Blackrock, HSBC Global Asset Management, dan Lazard AM untuk menjelaskan fundamental ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan menyoroti bahwa investor AS mulai memahami jalur kebijakan fiskal Indonesia meskipun ada sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional. Ia menilai penilaian outlook negatif dari Fitch dan Moody's terlalu terburu-buru sebelum data ekonomi terbaru benar-benar terpublikasi secara lengkap.

"Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya nya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,5 persen pada kuartal I-2026. Realisasi target pertumbuhan tersebut diyakini akan mendorong investor asing untuk semakin memperbesar alokasi investasi mereka di pasar modal dalam negeri pada periode berikutnya.