Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 175,76 poin atau sebesar 2,34 persen ke level 7.675,95 pada penutupan perdagangan Selasa, 14 April 2026. Kenaikan signifikan ini terjadi di tengah aksi jual bersih oleh investor asing di pasar reguler.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, meskipun indeks ditutup di zona hijau, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp48 miliar. Pada keseluruhan pasar, nilai penjualan bersih asing terakumulasi sebesar Rp30 miliar.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal internasional dengan nilai net sell sebesar Rp213,09 miliar. Tekanan jual tersebut mengakibatkan harga saham BRMS terkoreksi 1,15 persen hingga berakhir di posisi Rp860 per lembar saham.
Selain BRMS, beberapa emiten lain juga mencatatkan aksi jual signifikan oleh investor asing pada perdagangan kemarin. PT Petrosea Tbk (PTRO) menempati urutan kedua dengan nilai jual bersih Rp142,23 miliar, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp105,76 miliar.
| Bumi Resources Minerals Tbk | BRMS | 213,09 Miliar |
| Petrosea Tbk | PTRO | 142,23 Miliar |
| Barito Pacific Tbk | BRPT | 105,76 Miliar |
| Bumi Resources Tbk | BUMI | 93,69 Miliar |
| Chandra Asri Pacific Tbk | TPIA | 50,19 Miliar |
| Impack Pratama Industri Tbk | IMPC | 39,02 Miliar |
| Energi Mega Persada Tbk | ENRG | 39,01 Miliar |
| Sinergi Inti Andalan Prima Tbk | INET | 37,12 Miliar |
| Aneka Tambang Tbk | ANTM | 35,02 Miliar |
| Telkom Indonesia Tbk | TLKM | 32,05 Miliar |
Kondisi berbeda terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang justru menjadi buruan koleksi investor asing. Pembelian bersih pada saham perbankan ini mencapai Rp138,46 miliar yang mendorong harga sahamnya naik 2,66 persen ke level Rp6.750.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·