Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang cukup tajam hingga penutupan perdagangan sesi I. Seperti dikutip dari Detik Finance, indeks saham Garuda terjerumus hingga masuk ke level 6.100-an.
Data dari perdagangan RTI Business menunjukkan bahwa IHSG merosot sebesar 2,76% dan mendarat pada level 6.144,35 di akhir sesi pertama. Pergerakan ini berbalik arah karena pada awal perdagangan indeks sempat menguat ke posisi 6.378,81.
Hingga berakhirnya sesi I, aktivitas pasar mencatatkan volume perdagangan mencapai 19,91 miliar saham. Total nilai transaksi yang terjadi menyentuh angka Rp 9,78 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.285.918 kali.
Kondisi pasar didominasi oleh tren negatif setelah sebanyak 601 saham bergerak melemah. Sementara itu, hanya ada 118 saham yang mencatatkan penguatan dan 94 saham lainnya bertahan di posisi stagnan. Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan ini, indeks saham Garuda tercatat sudah melemah sebesar 28,94%.
Penurunan indeks pada paruh pertama perdagangan ini turut menyeret sejumlah saham emiten hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB).
| 14,95% | Rp 165 |
| 14,72% | Rp 695 |
| 14,65% | Rp 2.270 |
| 14,39% | Rp 565 |
| 13,50% | Rp 705 |
Pelemahan tajam dialami oleh LCKM yang merosot ke angka Rp 165 per saham. Koreksi besar berikutnya menimpa saham CBRE yang mendarat ke posisi Rp 695 per unitnya.
Emiten milik Prajogo Pangestu, TPIA, juga tidak luput dari tren negatif setelah terpangkas hingga menetap di harga Rp 2.270 per saham. Penurunan signifikan ini diikuti oleh BRMS dari Bakrie Grup yang turun ke level Rp 565, serta BUVA milik Hapsoro yang melemah menuju Rp 705 per saham.
39 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·