IHSG Merosot ke Level 6.858 Saat Rupiah Terdepresiasi Tajam

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan penurunan sebesar 46,72 poin atau 0,67 persen ke level 6.858,899 pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026). Kondisi pasar modal domestik ini terjadi bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp17.525 per dolar AS.

Data pergerakan pasar dari Stockbit menunjukkan bahwa meskipun indeks utama melemah, indeks LQ45 justru mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,18 persen ke posisi 669,842. Aktivitas transaksi di bursa hari ini mencapai nilai Rp15,99 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 32,61 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 2,52 juta kali frekuensi transaksi.

Sektor mata uang juga mengalami tekanan signifikan di pasar spot. Berdasarkan data Bloomberg pukul 16.03 WIB, mata uang Garuda tercatat merosot 115 poin atau setara 0,66 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya hingga berada di level Rp17.525 per dolar AS.

Di tengah pelemahan indeks secara keseluruhan, sejumlah saham tetap mencatatkan kenaikan signifikan. PT Nusantara Almazia (NZIA) memimpin barisan top gainers dengan kenaikan 30,82 persen, disusul oleh PT Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) yang melonjak 25 persen.

Daftar Performa Saham di Bursa Efek Indonesia (12/5/2026)KategoriEmitenPerubahan (%)Harga Terakhir
Top GainerNZIA (Nusantara Almazia)+30,82%191
Top GainerCCSI (Communication Cable Systems Indonesia)+25,00%300
Top GainerELPI (Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari)+24,90%1.630
Top GainerKJEN (Krida Jaringan Nusantara)+24,00%155
Top GainerGRIA (Ingria Pratama Capitalindo)+20,00%120
Top LoserMORA (Ekamas Mora Republik)-15,00%7.650
Top LoserASPR (Asia Pramulia)-14,95%330
Top LoserIRRA (Itama Ranoraya)-14,94%410
Top LoserLABS (UBC Medical Indonesia)-14,81%184
Top LoserPYFA (Pyridam Farma)-14,74%324

Sebaliknya, tekanan jual yang kuat terjadi pada saham PT Ekamas Mora Republik (MORA) yang jatuh 15 persen ke level 7.650. Selain itu, PT Asia Pramulia (ASPR) dan PT Itama Ranoraya (IRRA) juga mencatatkan koreksi dalam masing-masing sebesar 14,95 persen dan 14,94 persen.

Dari sisi likuiditas, nilai transaksi tertinggi dibukukan oleh PT Barito Pacific (BRPT) dengan akumulasi mencapai Rp1,45 triliun. Saham perbankan besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan nilai transaksi masing-masing Rp933,45 miliar dan Rp651,16 miliar.

Pergerakan pasar di kawasan regional Asia cenderung bervariasi pada hari yang sama. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat menguat 0,52 persen ke posisi 62.742,57 menurut data Stockbit dan Yahoo Finance. Namun, kondisi berbeda terlihat pada Indeks Hang Seng Hong Kong yang terkoreksi 0,22 persen, SSE Composite China turun 0,25 persen, dan Straits Times Singapura yang melemah tipis 0,07 persen.