Impor LNG Eropa Turun 3 Persen Akibat Pemeliharaan dan Persaingan Asia

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Eropa mencatatkan penurunan pasokan gas alam cair (LNG) melalui jalur laut untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir. Dilansir dari Bloombergtechnoz, kondisi ini dipicu oleh agenda pemeliharaan rutin di sejumlah terminal utama serta ketatnya arus gas di pasar global.

Data pelacakan kapal menunjukkan jumlah kapal tanker LNG yang berlabuh di Benua Biru sepanjang bulan ini lebih sedikit dibandingkan periode April tahun lalu. Selisih volume kedatangan tersebut dilaporkan terus melebar seiring berjalannya waktu.

Lembaga intelijen data Kpler memperkirakan total volume impor LNG Eropa selama sebulan penuh berpotensi merosot sekitar 3%. Jika angka ini terealisasi, maka akan menjadi kontraksi tahunan pertama yang dialami wilayah tersebut sejak awal tahun 2025.

Analis utama gas dan LNG di Kpler, Ronald Pinto, menjelaskan bahwa penurunan impor pada April mencerminkan perpaduan antara faktor teknis dan dinamika pasar. Terdapat pemeliharaan terjadwal serta pemadaman mendadak di terminal impor negara-negara besar.

"Penurunan ini mencerminkan kombinasi beberapa faktor, termasuk pemeliharaan terjadwal dan pemadaman tak terduga di terminal impor di Spanyol, Yunani, Italia, dan Jerman, serta pasokan global yang semakin ketat," ujar Ronald Pinto.

Pinto juga menyoroti adanya pergeseran fokus pasokan menuju wilayah timur. Menurutnya, saat ini terdapat permintaan yang jauh lebih tinggi dari kawasan Asia dibandingkan permintaan di tingkat Uni Eropa-27 yang cenderung melambat.

Persaingan Ketat dengan Pasar Pasifik

Pergeseran arus ini terjadi setelah impor LNG sempat menyentuh level rekor pada Maret lalu. Sebagian muatan dari Amerika Serikat dan Nigeria kini mulai dialihkan secara cepat untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Asia.

Wilayah Pasifik dianggap lebih terpapar pada dampak pemotongan pasokan dari kawasan Teluk akibat konflik di Timur Tengah. Lonjakan harga di pasar global turut memicu penurunan permintaan secara luas di seluruh Pasifik guna menyeimbangkan tekanan pasar.

"Ada permintaan yang lebih tinggi dari Asia," kata Ronald Pinto.

Meskipun demikian, Pinto mencatat adanya sedikit perlambatan konsumsi di tingkat Uni Eropa-27 jika dibandingkan dengan data pada tahun 2025.

Tantangan Pengisian Cadangan Musim Dingin

Para pelaku pasar kini memantau dengan cermat arus masuk LNG ke Eropa. Kawasan ini memerlukan pasokan gas yang signifikan dalam beberapa bulan mendatang untuk mengisi kembali tangki penyimpanan sebelum musim dingin tiba.

Pemasok utama seperti Norwegia baru-baru ini meningkatkan kegiatan pemeliharaan musiman yang berimbas pada melambatnya injeksi gas ke fasilitas penyimpanan. Kendati demikian, masih tersedia waktu untuk mengejar target pengisian selama musim panas.

Kondisi pasar global sempat seimbang setelah banyak pembeli di Asia beralih menggunakan batu bara sebagai alternatif gas yang pasokannya terganggu perang. Namun, Eropa diprediksi harus merogoh kocek lebih dalam saat memasuki bulan-bulan panas.

Ketika permintaan untuk pendingin ruangan di Asia meningkat, persaingan untuk mendapatkan kargo spot akan semakin sengit. Perusahaan di India, Bangladesh, dan Thailand dikabarkan mulai mempertimbangkan penambahan pembelian gas, sementara Pakistan berencana kembali ke pasar spot yang mahal.