India Larang Ekspor Gula demi Lindungi Pasokan Domestik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah India resmi memberlakukan larangan ekspor gula hingga 30 September 2026 guna mengamankan pasokan dalam negeri menyusul penurunan proyeksi produksi nasional. Kebijakan ini diumumkan melalui pemberitahuan resmi pada Rabu, 13 Mei 2026, yang sekaligus membatalkan rencana penjualan luar negeri sebelumnya.

Langkah proteksionisme ini diambil setelah Asosiasi Produsen Gula & Bioenergi India memangkas estimasi produksi bruto menjadi 32 juta ton untuk musim yang berakhir September mendatang. Dilansir dari Bloombergtechnoz, angka tersebut lebih rendah dari proyeksi awal sebesar 32,4 juta ton akibat potensi gangguan cuaca El Nino.

Analis utama di Covrig Analytics, Claudiu Covrig, menilai bahwa sebagian besar pelaku pasar telah mengantisipasi kebijakan pengetatan dari produsen gula terbesar kedua di dunia ini. Penumpukan persediaan mulai terjadi di beberapa pelabuhan tujuan utama karena melambatnya permintaan fisik gula putih.

"Pasar sebagian besar telah memperhitungkan larangan ekspor India, membatasi gangguan langsung terhadap arus fisik," kata Claudiu Covrig, analis utama di Covrig Analytics.

Di sisi lain, Arnaldo Correa dari Archer Consulting berpendapat bahwa kepastian larangan ini akan memperkuat sentimen pasar mengenai terbatasnya stok gula di level internasional. Kondisi ini terjadi di tengah fluktuasi harga gula mentah di New York yang sempat menyentuh angka 14,95 sen per pon.

"Meski sebagian pasar telah beroperasi dengan asumsi adanya pembatasan dari India, pengesahan larangan tersebut kemungkinan akan memperkuat persepsi tentang pengetatan pasokan gula global dalam jangka pendek," tulis Arnaldo Correa, manajer risiko untuk pasar komoditas pertanian di Archer Consulting.

Correa menambahkan bahwa absennya India sebagai pemasok utama akan sangat berdampak pada negara-negara yang masih memiliki ketergantungan tinggi pada impor gula. Padahal, India sebelumnya sempat mengizinkan ekspor kuota awal sebanyak 1,5 juta ton pada November lalu.

"Pada praktiknya, keputusan India ini menghilangkan eksportir potensial yang signifikan dari pasar internasional pada saat banyak negara pengimpor masih bergantung pada pasokan eksternal," tulis Arnaldo Correa.

Direktur Pelaksana MEIR Commodities India Ltd, Rahil Shaikh, memperkirakan volume pengiriman gula India musim ini akan merosot tajam. Dari estimasi awal sebesar 1,2 juta ton, total ekspor kemungkinan hanya akan mencapai kisaran 700.000 ton akibat kebijakan baru ini.

"Langkah ini kemungkinan akan memperketat arus perdagangan gula global dan menopang harga di tengah perkiraan terbaru mengenai defisit global pada musim 2026-2027," kata Rahil Shaikh, direktur pelaksana MEIR Commodities India Ltd.

Selain faktor produksi, lonjakan harga pupuk global akibat perang di Iran turut menambah beban sektor pertanian India. Pemerintah India tetap memberlakukan pengecualian terbatas hanya bagi kapal-kapal pengangkut gula yang sudah dalam proses pemuatan di pelabuhan.