Indonesia resmi serahkan kepemimpinan CAJ kepada Malaysia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kuala Lumpur (ANTARA) - Indonesia secara resmi menyerahkan kepemimpinan Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ) kepada Malaysia, melalui Sidang Umum CAJ di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin.

Peralihan kepemimpinan ini mengakhiri kepemimpinan Indonesia selama tiga tahun sejak 2022-2025.

"Saya merasa terhormat untuk secara resmi mengumumkan bahwa hari ini kita telah berhasil menyelesaikan transisi kepemimpinan yang berjalan mulus. Dalam proses yang ditandai dengan semangat kolegialitas, konsensus, kepemimpinan Konfederasi Jurnalis ASEAN telah berpindah dari Indonesia ke Malaysia," ujar Sekretaris Jenderal CAJ sekaligus Kepala Sekretariat Tetap Sidang Umum ke-21 CAJ Ahmed Kurnia.

Ahmed menyampaikan terima kasih kepada Presiden CAJ sebelumnya Atal S. Depari atas kepemimpinan yang sangat baik di tengah situasi yang dinamis.

"Pak Atal tidak hanya mengemudikan kapal, tapi juga memastikan kita tidak terlalu lama berdebat mengenai arah dan tujuan," kata Ahmed.​​​​​​​

Ahmed juga menyatakan sambutan terhadap Presiden National Union of Journalist Malaysia (NUJM) Low Boon Tat selaku pemegang kepemimpinan CAJ yang baru.

"Bapak Low Boon Tat, kami menyambut kepemimpinan Anda dengan penuh keyakinan saat kita memasuki babak baru di Kuala Lumpur," kata Ahmed.​​​​​​​

Ahmed menyatakan transisi yang mulus lebih dari sekadar formalitas,namun juga sebagai bukti bahwa meskipun ASEAN beragam dalam budaya, bahasa, bahkan gaya rapat, namun jurnalis ASEAN dapat berbagi dan berbicara dalam satu bahasa yang sama yakni solidaritas.​​​​​​​

Ahmed juga menyampaikan bahwa CAJ secara resmi akan mengadopsi Deklarasi Kuala Lumpur, sebagai komitmen bersama sekaligus kompas CAJ ke depan.

Sementara itu Atal S. Depari menyampaikan peralihan kepemimpinan CAJ dari Indonesia ke Malaysia menandai momen penting sebagai kelanjutan dari komitmen bersama dalam memperkuat solidaritas jurnalis di kawasan ASEAN.​​​​​​​

Atal bersyukur bahwa seluruh rangkaian Sidang Umum CAJ berjalan dengan baik, lancar, dan dalam semangat kebersamaan.

"Hal ini menunjukkan bahwa organisasi kita tidak hanya layak secara struktural, tetapi juga kuat dalam nilai-nilainya yakni solidaritas, profesionalisme, dan tanggung jawab bersama demi masa depan jurnalistik," ujar Atal.​​​​​​​

Atal meyakini di bawah kepemimpinan Low Boon Tat, CAJ akan menjadi semakin relevan dalam menghadapi tantangan zaman, terutama di tengah disrupsi digital, ancaman disinformasi, dan kebutuhan untuk menjaga integritas profesional.

"Kepada seluruh anggota CAJ, saya mengimbau agar kita semua terus menjaga semangat kolaborasi lintas batas. ASEAN membutuhkan jurnalisme yang tidak hanya kuat secara nasional tetapi juga solid secara regional," ujar Atal.

"Selamat kepada Presiden CAJ yang baru. Semoga CAJ tumbuh lebih kuat dan lebih dihormati sebagai pilar penting jurnalisme ASEAN," seru Atal.

Presiden baru CAJ Low Boon Tat menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

AI dan keselamatan jurnalis

Dalam sambutannya Low Boon Tat mencermati tentang masa depan jurnalisme di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) serta menekankan pentingnya keselamatan jurnalis khususnya di ASEAN dalam melakukan pekerjaannya.

"Ketika kita berbicara tentang masa depan jurnalisme, kita sebenarnya berbicara tentang masa depan kecerdasan buatan atau AI. AI benar-benar mengubah cara berita dibuat," kata Low Boon Tat.

Dia menyampaikan di masa depan AI akan menjadi bagian yang lebih besar di ruang redaksi, di mana AI akan membuat jurnalisme lebih cepat dan membantu berita menjangkau lebih banyak orang di seluruh dunia.

Dia juga mencermati pentingnya keselamatan jurnalis, dengan mencontohkan kejadian di Filipina, di mana seorang jurnalis menghadapi bertahun-tahun pelecehan daring, termasuk pesan kebencian dan penyalahgunaan, hanya karena melaporkan secara kritis tentang pemerintah.

Di Myanmar, jurnalis juga ditahan saat meliput konflik dan mengalami penahanan militer. Hal tersebut menurutnya menunjukkan pola pelecehan, intimidasi, dan bahaya yang dihadapi insan media di seluruh ASEAN. "Dan ini adalah masalah besar," ujarnya.

Dia menyampaikan apabila ASEAN ingin mempromosikan jurnalisme yang jujur, maka ASEAN harus melindungi jurnalis termasuk seluruh insan media. Perlindungan, kata dia, menyangkut juga asuransi yang lebih baik.

"Asuransi tidak hanya harus mencakup cedera dasar, tetapi juga dukungan hukum, perawatan kesehatan mental, kehilangan peralatan, dan bantuan darurat saat bekerja di area berisiko. Semua insan media, bukan hanya jurnalis, harus termasuk dalam perlindungan ini," serunya.

Dia mengatakan perlindungan terhadap insan media tidak hanya harus datang dari perusahaan media. Otoritas di seluruh negara ASEAN juga memiliki tanggung jawab untuk berbuat lebih banyak.

"Pemerintah perlu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pekerja media, termasuk menegakkan hukum terhadap pelecehan dan kekerasan, memastikan serangan terhadap jurnalis diselidiki dengan benar, serta menghentikan penyalahgunaan hukum untuk membungkam pelaporan," tuturnya.

Peralihan kepemimpinan CAJ dari Indonesia kepada Malaysia ditandai dengan penyerahan pataka atau panji bendera CAJ yang dilakukan Presiden CAJ sebelumnya Atal S. Depari kepada Presiden CAJ baru Low Boon Tat.

Prosesi penyerahan pataka CAJ dari Indonesia kepada Malaysia disaksikan Wakil Menteri Komunikasi Malaysia YB Teo Nie Ching, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir, dan delegasi PWI, serta delegasi persatuan wartawan dari negara-negara anggota ASEAN.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan persatuan jurnalis dari Korea Selatan dan China, Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur Fery Iswandy dan perwakilan lain kedutaan besar negara sahabat untuk Malaysia.

Delegasi PWI Pusat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Akhmad Munir selaku Ketua Umum, Atal S. Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Ahmed Kurnia Soeriawidjaja selaku Direktur CAJ, Yono Hartono sebagai Wakil Direktur CAJ, Agus Sudibyo selaku Ketua Bidang Pendidikan, Irfan Junaidi sebagai Ketua Bidang Luar Negeri, Sumber Rajasa Ginting sebagai Wakil Bendahara Umum I, Herlina sebagai Wakil Bendahara Umum II.

Lalu Novrizon Burman sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah, Kadirah sebagai Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan, Musrifah sebagai Wakil Ketua Departemen Hankam Khusus Polri, Mercys Charles Loho sebagai Wakil Direktur Anti Hoax, serta Theodorus Dar Edi Yoga sebagai Bendahara CAJ.

Baca juga: Asosiasi media ASEAN perlu perkuat jaringan untuk "Publisher Right"

Baca juga: CAJ hasilkan Bali Declaration tingkatkan kualitas jurnalisme ASEAN

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.