Pemerintah Arab Saudi menetapkan kuota haji Indonesia sebanyak 221.000 jemaah untuk musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 pada Rabu (15/4/2026). Jumlah ini menempatkan Indonesia kembali di posisi teratas sebagai negara dengan pengiriman jemaah terbanyak di tingkat global.
Total kuota yang diterima Indonesia tersebut tercatat stabil atau sama dengan perolehan pada musim sebelumnya. Mayoritas dari alokasi ini diperuntukkan bagi jemaah haji reguler, sementara sisanya diberikan kepada kategori jemaah haji khusus sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah keberangkatan paling besar di Indonesia, yakni mencapai 42.409 orang. Konsistensi perolehan kuota ini dipengaruhi oleh kepatuhan administrasi serta kemampuan pemerintah dalam mengoptimalkan seluruh jatah jemaah setiap tahunnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari World Population Review, Pakistan menempati urutan kedua dengan 179.210 jemaah, disusul India dengan 175.000 jemaah. Berikut adalah daftar lengkap sepuluh negara dengan jumlah kuota terbesar di dunia pada tahun ini.
| 1 | Indonesia | 221.000 |
| 2 | Pakistan | 179.210 |
| 3 | India | 175.000 |
| 4 | Bangladesh | 127.000 |
| 5 | Iran | 87.550 |
| 6 | Nigeria | 66.910 |
| 7 | Aljazair | 41.300 |
| 8 | Turki | 37.770 |
| 9 | Mesir | 35.375 |
| 10 | Sudan | 32.000 |
Penetapan kuota tersebut didasarkan pada proporsi satu jemaah per 1.000 penduduk Muslim di suatu negara. Selain jumlah penduduk, faktor hubungan diplomatik, kesiapan logistik, dan rekam jejak pemanfaatan kuota menjadi pertimbangan Arab Saudi.
Otoritas Arab Saudi kini juga memperkuat transformasi digital melalui aplikasi Nusuk untuk mempermudah perizinan dan navigasi ibadah. Penggunaan sistem kartu pintar digital terus ditingkatkan guna menjamin keamanan serta kenyamanan jemaah selama berada di tanah suci.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·