London (ANTARA) - Inggris memanggil kuasa usaha Israel untuk menyatakan keprihatinan dan menuntut penjelasan atas perlakuan buruk terhadap aktivis armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, Kamis, Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan telah memanggil kuasa usaha Israel menyusul "video provokatif yang diunggah oleh kepala keamanan nasional Israel Itamar Ben-Gvir."
"Pemanggilan ini mencerminkan kecaman keras Inggris atas perilaku (Ben-Gvir) yang mencela mereka yang terlibat dalam Armada Global Sumud. Perilaku ini melanggar standar dasar penghormatan dan martabat manusia," demikian pernyataan Kemlu Inggris.
"Kami juga sangat prihatin dengan kondisi penahanan yang ditunjukkan dan telah menuntut penjelasan dari otoritas Israel,” kata Kemlu Inggris, menambahkan.
Inggris menyebut gerakan armada internasional untuk mengirim bantuan ke Gaza tersebut menegaskan parahnya situasi kemanusiaan di daerah kantong Palestina itu.
Karena itu, Inggris menekankan bahwa Israel harus memastikan lebih banyak bantuan bisa masuk ke Gaza dengan aman melalui jalur darat.
"Kami sedang berhubungan dengan keluarga sejumlah warga negara Inggris yang ditahan, dan siap memberikan dukungan konsuler kapan saja," kata Kemlu Inggris.
Ben-Gvir memicu kemarahan baik di dalam negeri Israel maupun secara internasional setelah membagikan video berdurasi satu menit yang menunjukkan para tahanan berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung mereka.
Para aktivis tersebut tampak berada di atas dek kapal yang diubah menjadi area penahanan sementara.
Pasukan Israel menyerang Armada Global Sumud Flotilla di perairan internasional pada Senin (18/5) dan menahan semua aktivis di dalamnya.
Armada yang membawa 428 orang dari 44 negara itu berangkat pekan lalu dari Distrik Marmaris di Turki, dalam upaya terbaru untuk menembus blokade ilegal yang diberlakukan Israel di Jalur Gaza sejak 2007.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Wartawan Italia mengaku dipukuli oleh pasukan Israel
Baca juga: Australia kutuk tindakan menteri Israel yang rendahkan aktivis Gaza
Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·