Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Sektor (Polsek) Ciracas mengungkap kronologi lengkap kasus perusakan kaca mobil yang dilakukan oleh seorang sopir angkutan kota (angkot) di Jalan Tanah Merdeka, Ciracas, Jakarta Timur.
Wakapolsek Ciracas AKP Sriyanto menjelaskan, kejadian bermula saat sebuah angkot jurusan Depok–Kampung Rambutan (T-19) melakukan pelanggaran lalu lintas dengan memotong jalur yang bukan peruntukannya.
"Angkot tersebut memotong jalur dari arah Pasar Rebo untuk berbalik arah melalui putaran yang bukan peruntukannya. Padahal, jalur itu merupakan jalur utama kendaraan dari arah Rambutan menuju Pasar Rebo," kata Sriyanto saat konferensi pers di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, Kamis.
Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu terjadi pada Selasa (21/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Angkot tersebut mencoba berputar arah di jalur satu arah dari Rambutan menuju Cipayung, yang seharusnya tidak diperbolehkan.
Akibat aksi tersebut, laju kendaraan lain, termasuk mobil L300 yang melintas di jalur utama menjadi terhambat. Situasi ini memicu ketersinggungan antara pengemudi angkot dan pengemudi mobil L300, yang merasa jalurnya dihalangi secara tidak semestinya.
Ketegangan di jalan kemudian meningkat hingga berujung aksi kejar-kejaran antara kedua kendaraan. Aksi tersebut berakhir di depan sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Tanah Merdeka, di mana kedua pihak akhirnya berhenti.
Baca juga: Polda Metro Jaya dalami kasus perusakan portal JLNT Casablanca
Di lokasi itu, terjadi cekcok mulut antara dua orang dari pihak angkot, berinisial IK (31) dan P (32), dengan pengemudi mobil L300. Dalam situasi yang memanas, P terlibat adu mulut dengan korban, sementara IK turun dari kendaraan dan langsung melakukan aksi perusakan.
"Pelaku IK langsung memukul kaca bagian tengah depan mobil L300 hingga pecah," ujar Sriyanto.
Usai kejadian, pelaku meninggalkan lokasi. Namun, video aksi tersebut beredar luas di media sosial hingga menjadi viral dan menarik perhatian publik.
Menindaklanjuti hal tersebut, tim Reskrim Polsek Ciracas yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Hotma bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Polisi menelusuri identitas pelaku melalui keterangan saksi dan informasi di lapangan, termasuk di sekitar terminal tempat angkot beroperasi.
Dari hasil penelusuran, polisi berhasil mengidentifikasi kendaraan dan pelaku. Selanjutnya dilakukan pengejaran hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan saat tengah mengemudikan angkot di depan RSUD Pasar Rebo.
Dari pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ditemukan adanya pengaruh minuman keras pada pelaku. Aksi tersebut dipicu oleh emosi akibat perselisihan di jalan.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 521 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP atau Pasal 406 KUHP lama terkait perusakan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam bulan atau denda hingga Rp10 juta.
Baca juga: Ini hasil investigasi perusakan aset Pemprov DKI di Kembangan
Baca juga: Anak di bawah umur tersangka perusakan fasilitas umum diproses diversi
Baca juga: Polisi selidiki dalang-penyokong dana perusakan kantor polisi Jaktim
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·