Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya di China Turun Empat Bulan Berturut&turut

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Instalasi pembangkit listrik tenaga surya baru di China mengalami penurunan selama empat bulan berturut-turut hingga April 2026. Data dari Administrasi Energi Nasional (NEA), seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, menunjukkan adanya pelemahan permintaan domestik yang terus-menerus di negara tersebut.

Kapasitas tenaga surya yang ditambahkan pada bulan lalu tercatat sebesar 9,52 gigawatt. Angka bulanan ini sebenarnya menunjukkan sedikit peningkatan jika dibandingkan dengan bulan Maret yang mencapai 8,91 gigawatt.

Namun, pencapaian tersebut merupakan penurunan tajam dari level tahun sebelumnya yang sempat menyentuh 45,22 gigawatt. Pada periode tersebut, perubahan kebijakan sempat mendorong lonjakan instalasi secara besar-besaran.

Perlambatan yang dimulai sejak awal tahun ini mencerminkan melemahnya permintaan domestik setelah bertahun-tahun ekspansi energi terbarukan berkembang pesat. Momentum yang lesu ini juga terlihat jelas di sektor manufaktur.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional pekan lalu, produksi sel surya mengalami penurunan sebesar 26% pada April. Kendati demikian, sektor ekspor dilaporkan tetap tangguh sepanjang bulan lalu.

Kondisi ekspor yang bertahan terjadi di tengah penghapusan insentif pajak untuk pengiriman ke luar negeri. Kebijakan tersebut sebelumnya diperkirakan akan meredam permintaan global terhadap produk teknologi bersih dari China.

Secara volume, pengiriman sel surya ke luar negeri justru meningkat hingga 60% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Data performa ini dirilis langsung oleh Administrasi Umum Bea Cukai China.

Konflik yang terjadi di Timur Tengah turut memengaruhi dinamika pengiriman produk energi terbarukan ini ke pasar internasional. Hambatan pada jalur logistik global memicu percepatan transisi energi di berbagai negara tujuan.

"Karena konflik di Timur Tengah menghambat aliran energi melalui Selat Hormuz, pengiriman panel surya ke luar negeri diperkirakan tetap kuat sepanjang paruh kedua tahun ini seiring berbagai negara mempercepat upaya mereka menuju energi alternatif," kata analis Bloomberg Intelligence, Chia Chen, dalam catatan.

Selain sektor tenaga surya, NEA melaporkan bahwa China juga menambah kapasitas tenaga angin sebesar 5,49 gigawatt pada April. Sementara itu, penambahan untuk kapasitas pembangkit listrik tenaga panas yang baru terpasang mencapai 3,97 gigawatt.