Intercity Evergreen jaga warisan ekosistem bola basket di Indonesia

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPD Perbasi DKI Jakarta Lexyndo Hakim menilai ajang Intercity Evergreen Veterans Basketball 2026 merupakan salah satu upaya dalam menjaga warisan ekosistem olahraga melalui keterikatan pelaku bola basket di Indonesia yang telah tumbuh bersama selama puluhan tahun.

Dia menjelaskan, turnamen itu tidak sekadar mempertemukan para pebasket senior, tetapi juga menjaga warisan ekosistem bola basket nasional melalui ruang temu lintas generasi yang tetap aktif berolahraga.

"Harapan saya tentunya seluruh peserta bisa bertanding dengan gembira dengan penuh kesenangan, saling jaga emosi, karena ajang ini bukan soal menang kalah di lapangan, tetapi bagaimana semuanya bisa menikmati setiap detik di lapangan dan berkumpul dengan seluruh insan basket dari berbagai dekade," kata Lexyndo saat menonton langsung pertandingan di Ancol Hoops, Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ajang tersebut merupakan penyelenggaraan yang ke-18 dan Jakarta kali ini bertindak sebagai tuan rumah dengan tema kegiatan "Kembali ke-18ukota" yang berlangsung pada 13-17 Mei.

Menurut dia, keberlanjutan turnamen yang berpindah dari kota ke kota setiap tahun itu menunjukkan adanya upaya kolektif untuk menjaga warisan ekosistem bola basket nasional agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Lexyndo menyatakan para peserta yang hadir bukan hanya datang untuk bertanding, melainkan juga bernostalgia, mempererat hubungan, serta menularkan semangat bermain bola basket kepada generasi yang lebih muda.

"Ya intinya bermain bersama dengan senang-senang, jangan ada emosional yang berlebihan," ujar dia.

Baca juga: HSBC jadi ajang pembinaan dan pengembangan bola basket pelajar

Ketum DPD Perbasi DKI Jakarta Lexyndo Hakim menjawab pertanyaan wartawan di sela pertandingan dalam Intercity Evergreen Veterans Basketball 2026, di Ancol Hoops, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Donny Aditra

Ketum Perbasi DKI Jakarta itu menambahkan, berdasarkan data dari panitia, sebanyak 168 tim ambil bagian dalam edisi ke-18 tersebut, dengan total pemain lebih dari 2.500 orang.

Peserta terbagi atas sejumlah kelompok umur, mulai usia 35-40, 40-45, 45-50, 50-55, hingga 75 tahun untuk kategori putra maupun putri.

Pertandingan berlangsung di sembilan lapangan yang terbagi atas enam lapangan di Ancol Hoops, Jakarta Utara dan tiga lapangan di DBL Academy Jakarta Timur.

Selain didominasi tim dari Jakarta, peserta juga berasal dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta perwakilan dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Baca juga: Erick sebut keterlibatan swasta penting majukan ekosistem bola basket

Baca juga: Didukung FIBA, Perbasi optimistis mampu gelar sejumlah Piala Dunia

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.