Pasukan Iran meluncurkan serangan pesawat nirawak atau drone terhadap sejumlah kapal Amerika Serikat (AS) di perairan Teluk Oman pada Minggu (19/4). Aksi militer ini merupakan respons langsung setelah kapal perang Washington menembaki dan menyita sebuah kapal kargo milik Iran di wilayah yang sama.
Dilansir dari Detikcom, serangan balasan tersebut dikonfirmasi sebagai bentuk perlawanan Teheran terhadap tindakan penyitaan kapal kargo mereka. Media internasional Anadolu Agency dan TRT World turut melaporkan perkembangan ketegangan ini pada Senin (20/4/2026).
Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, merinci bahwa peluncuran drone dilakukan segera setelah pasukan militer Amerika Serikat menaiki kapal kontainer bernama TOUSKA. Meskipun demikian, pihak berwenang belum memberikan rincian spesifik mengenai target serangan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dari Tasnim mengenai apakah sasaran drone tersebut mencakup kapal militer atau kapal komersial milik AS. Situasi di perairan Teluk Oman dilaporkan tetap dalam pantauan ketat kedua negara.
Di sisi lain, ketegangan di Iran juga dipengaruhi oleh kondisi domestik pasca kematian mantan pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Hingga Senin (20/4/2026), jenazah Khamenei dilaporkan belum dimakamkan meskipun telah wafat lebih dari tujuh minggu akibat serangan gabungan AS dan Israel pada Februari lalu.
Otoritas Iran saat ini dipimpin oleh Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ali Khamenei. Pemerintah Teheran dikabarkan masih menunda keputusan lokasi pemakaman karena fokus menghadapi ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh kehadiran militer AS dan Israel di kawasan tersebut.
Sementara itu, konflik regional juga meluas ke wilayah Lebanon dengan munculnya bukti visual kekerasan tentara di lapangan. Sebuah foto yang viral memperlihatkan seorang prajurit berseragam militer Israel merusak simbol keagamaan di wilayah Lebanon selatan.
Militer Israel telah mengonfirmasi bahwa sosok dalam foto yang memukul patung menggunakan palu godam tersebut adalah anggota mereka. Saat ini, pihak Tel Aviv sedang melakukan penyelidikan internal atas insiden yang terjadi di tengah operasi militer di perbatasan tersebut.
Secara terpisah, ketegangan militer di Lebanon selatan juga ditandai dengan publikasi peta wilayah oleh Israel untuk pertama kalinya. Peta tersebut menampilkan garis penempatan pasukan baru yang menempatkan puluhan desa di Lebanon di bawah kendali militer Israel pasca pemberlakuan gencatan senjata selama sepuluh hari.
Krisis di Timur Tengah juga berbarengan dengan bencana alam di Asia Timur, di mana gempa berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang Jepang pada Senin (20/4) petang. Pemerintah Jepang segera merilis peringatan tsunami untuk wilayah Pantai Pasifik mulai dari Aomori, Hokkaido, hingga Iwate.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·