19 Mei 2026 21.45 WIB • 2 menit

Jadi Salah Satu yang Terbanyak di Dunia, Ini Alasan Orang Indonesia “Ketergantungan” Motor
Sepeda motor seperti sudah menjadi bagian dari hidup warga Indonesia. Motor merupakan moda transportasi yang paling banyak dipilih oleh masyarakat karena berbagai alasan.
Jumlah motor di Indonesia sangat banyak. Bahkan, dala satu rumah tangga, ada yang memiliki dua atau lebih sepeda motor.
Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sepeda motor di Indonesia di tahun 2025 adalah sebanyak 145.247.420 unit. Jumlah tersebut naik drastis dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 139.450.013 unit.
Menariknya, jumlah sepeda motor memang mengalami tren kenaikan beberapa tahun belakang. Tahun 2015-2024, jumlah sepeda motor terus mengalami kenaikan.
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor ini sebetulnya mengindikasikan adanya penguatan kinerja industri otomotif dan daya beli masyarakat. Motor yang semakin banyak bisa membantu pergerakan orang, barang, dan jasa. Hal ini ikut berkontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun, pertumbuhan tersebut juga menimbulkan dampak lainnya, yakni tingginya angka kemacetan, polusi udara, dan naiknya konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Negara dengan Jumlah Motor Terbanyak di Dunia
Mengutip data yang dipublikasikan oleh World Population Review, berikut adalah negara-negara dengan jumlah motor terbanyak di dunia:
- India
- Indonesia
- Tiongkok
- Vietnam
- Tailan
- Pakistan
- Malaysia
- Arab Saudi
- Taiwan
- Brasil
Kenapa Orang Indonesia Suka Naik Motor?
Survei yang dilakukan oleh Jakpat dan dirangkum oleh Goodstats, sebanyak 78 persen publik Indonesia memiliki motor. Setengahnya dikatakan sudah menggunakan motor yang sama selama lebih dari lima tahun.
Survei yang melibatkan 1.449 responden itu menunjukkan ada banyak alasan kenapa banyak orang Indonesia suka naik motor. Survei tersebut mencatatkan bahwa 65 persen responden memiliki motor untuk keperluan transportasi sehari-hari.
Selain itu, 45 persen responden lainnya merasa bahwa motor bisa membantu melewati kemacetan dengan cepat dan fleksibel, utamanya di jalanan sempit. Motor bisa membuat mobilitas menjadi lebih efektif.
Selanjutnya, 35 persen responden mengatakan bahwa mereka memilih motor karena biaya operasionalnya lebih rendah, jauh di bawah mobil atau moda transportasi lainnya. 33 persen responden lainnya pun merasa jika motor lebih terjangkau dibanding mobil.
Di sisi lain, terdapat 33 persen responden yang memiliki motor sebagai tambahan kendaraan untuk keluarga. Ada pula responden yang tercatat memiliki motor unruk perjalanan jarak jauh. Hal ini menunjukkan fleksibilitas motor sebagai moda transportasi sehari-hari.
Sebagai informasi, per 2025, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah sepeda motor terbanyak, yaitu 24,26 juta motor. Sementara itu, posisi dua dan tiga masing-masing diduduki oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah. Posisi selanjutnya adalah DKI Jakarta dan Banten.
Dari data tersebut, bisa dilihat bahwa banyak sekali masyarakat di Pulau Jawa yang memiliki sepeda motor. Sebaliknya, provinsi dengan jumlah kepemilikan sepeda motor yang sedikit berada di kawasan Timur Indonesia.
Data BPS, Papua Pegunungan mencatatkan hanya terdapat sekitar 34.773 unit sepeda motor di sana. Angka ini menjadikan Papua Pegunungan sebagai provinsi dengan kepemilikan sepeda motor terendah di Indonesia. Selanjutnya, ada Papua Selatan dengan 164.074 unit dan Papua Barat dengan 176.279 unit.
Kawan GNFI, jumlah ini sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Pulau Jawa yang padat penduduk memungkinkan masyarakatnya untuk memerlukan lebih banyak mobilisasi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.
Tim Editor
Terima kasih telah membaca sampai di sini
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·