Angkatan Udara Austria mengerahkan jet tempur Eurofighter Typhoon untuk mencegat pesawat mata-mata turboprop PC-12 milik Amerika Serikat yang memasuki ruang udara tanpa izin pada hari Senin (11/5/2026) dan Minggu (10/5/2026).
Pengerahan dua unit pesawat tempur tersebut dilakukan pada Senin pukul 12.31 siang waktu setempat guna mengidentifikasi penerbangan ilegal di langit Austria. Berdasarkan laporan Anadolu Agency, tindakan tegas ini memaksa armada militer Amerika Serikat mengubah arah penerbangan.
"Setelah jet Austria mencegat, pesawat militer AS dilaporkan berbalik dan kembali ke Munich, Jerman," muat laman Turki, Anadolu Agency.
Juru bicara Kementerian Pertahanan, Michael Bauer, memberikan konfirmasi bahwa aktivitas serupa terdeteksi sebelumnya pada hari Minggu di kawasan Pegunungan Totes Gebirge, Austria Hulu. Pemerintah Austria menyatakan akan menindaklanjuti serangkaian pelanggaran ini melalui mekanisme diplomatik resmi.
Peningkatan pengawasan wilayah udara dilakukan seiring kebijakan ketat pemerintah Austria yang melarang penggunaan ruang udaranya oleh militer Amerika Serikat untuk keperluan perang di Timur Tengah. Langkah ini diambil guna menjaga hukum netralitas negara yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Wakil Kanselir Andreas Babler melalui pernyataan di media sosial menegaskan posisi negara yang menolak terlibat dalam kebijakan luar negeri pemerintah Amerika Serikat saat ini.
"Setelah jet Austria mencegat, pesawat militer AS dilaporkan berbalik dan kembali ke Munich, Jerman," muat laman Turki, Anadolu Agency.
"tidak ingin terlibat dengan politik kekacauan (Presiden AS Donald) Trump dan perangnya" tulis Wakil Kanselir Andreas Babler.
Babler menekankan bahwa posisi non-blok merupakan prinsip fundamental bagi bangsa Austria dan menolak segala bentuk keterlibatan dalam konflik bersenjata internasional.
"Netralitas adalah aset berharga di negara kita. Tidak untuk perang," tegas Andreas Babler.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·