Ketua Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Majelis Nasional KAHMI, Laca Muhammad mengatakan, program MBG menjadikan petani lokal lebih mudah menjual hasil panennya ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat.
“Saat ini, produksi beras nasional surplus 2,4 juta ton pada musim tanam pertama. Kelebihan tersebut dapat diserap secara efektif dengan adanya MBG," kata Laca Muhammad, dikutip Rabu 22 April 2026.
Laca Muhammad menilai MBG hadir dalam waktu yang tepat, karena surplus beras bisa diserap secara maksimal di dalam negeri.
"Sehingga petani menjadi lebih sejahtera," kata Laca Muhammad.
Artinya, menurut Laca Muhammad, MBG telah menjadi mesin penggerak ekonomi lokal. MBG juga membuktikan bahwa swasembada beras adalah kunci ketahanan bangsa yang nyata.
Selain itu, lanjut Laca Muhammad, program MBG telah banyak menciptakan lapangan kerja baru. Terhitung per April 2026 terdapat 25 ribu SPPG yang sudah beroperasi.
“Secara nasional, program MBG telah menyerap 1,2 juta tenaga kerja," kata Laca Muhammad.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·