Layanan KRL Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung telah beroperasi secara normal pada Selasa (5/5/2026) pagi setelah mengalami gangguan operasional selama kurang lebih tiga jam pada Senin sore. Kendala tersebut dipicu oleh sambaran petir pada infrastruktur listrik serta genangan air yang merendam jalur rel.
Sebagaimana dilansir dari Money, gangguan teknis pada Senin (4/5/2026) menyebabkan penumpukan penumpang setelah kereta dari arah Tanah Abang tertahan di Stasiun Kebayoran sejak pukul 16.30 WIB. Di saat yang sama, perjalanan dari arah Rangkasbitung hanya dapat dilayani sampai Stasiun Serpong akibat kendala pada jalur tersebut.
Sejumlah pengguna jasa transportasi ini meluapkan keluhan mereka melalui media sosial terkait durasi keterlambatan yang signifikan. Salah satu pengguna dengan akun @bpa** menceritakan pengalaman perjalanannya yang memakan waktu hingga lima jam untuk mencapai tujuan.
"Hari Senin yang Senin banget! Semoga warga greenline terus sehat, waras, dan kuat!!! Sampai Stasiun Tanah Abang pukul 17.08 WIB dan baru sampai BSD pukul 22.35," kata seorang pengguna green line @bpa**.
Unggahan senada juga muncul dari akun @fo*** yang menyoroti tantangan harian para komuter di jalur Green Line tersebut. Ia menyampaikan harapannya agar para pengguna tetap dalam kondisi prima menghadapi kendala yang sering terjadi.
"Greenline bukan untuk pemula real yaa, kebayang setiap hari pp sejauh itu. mana ada ajaa masalahnya gitu, sehat sehat yaa kakak semua," ujar dia.
Kesulitan transportasi ini memaksa sebagian warga untuk beralih menggunakan taksi daring dengan sistem berbagi biaya guna mencapai kediaman masing-masing. Namun, curah hujan yang tinggi membuat pemesanan moda transportasi alternatif menjadi sulit dan mahal bagi para pekerja.
"Saya sendiri sebagai pengguna green line merasa jengah. Ada-ada saja masalah KRL belakangan ini. Sementara tranportasi lain yang bisa menjadi pilihan, harganya sangat mahal untuk menuju Jakarta. Jadi mau tidak mau opsi tetap jatuh pada KRL dengan berbagai kendalanya," kata seorang jurnalis yang turut terdampak gangguan tersebut.
Manajemen KAI Commuter mengonfirmasi bahwa penanganan di lapangan memungkinkan perjalanan kembali melintas sejak pukul 20.06 WIB dengan pembatasan kecepatan. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa selain masalah Listrik Aliran Atas (LAA), debit air di lintas Kebayoran-Pondok Ranji menjadi faktor penghambat utama.
"Guna keselamatan perjalanan Commuter Line, di lokasi genangan air perjalanannya masih dilakukan pembatasan kecepatan 5 Km/jam," kata Leza Arlan, Manager Public Relations KAI Commuter.
Pihak operator terus melakukan penguraian antrean rangkaian kereta dan menyiagakan petugas di lokasi untuk memantau perkembangan ketinggian air. Leza menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan adalah memastikan keamanan seluruh pengguna selama proses normalisasi jalur berlangsung.
"Kami mohon maaf atas kendala operasional dan keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung pada malam ini," tutup Leza Arlan.
Berdasarkan pantauan langsung di Stasiun Parungpanjang pada Selasa pagi, arus perjalanan kereta dari kedua arah sudah kembali berjalan tanpa hambatan. Jadwal keberangkatan menuju Tanah Abang maupun sebaliknya menuju Rangkasbitung terpantau telah mengikuti jadwal operasional rutin.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·