Paris (ANTARA) - Kelompok kapal induk Charles de Gaulle milik Prancis telah tiba di Laut Arab untuk kemungkinan menjalankan misi di Selat Hormuz, kata Menteri Delegasi Prancis untuk Angkatan Bersenjata Alice Rufo pada Jumat (15/5)..
Dalam wawancara dengan saluran televisi Prancis, BFM TV, Rufo mengatakan bahwa posisi Prancis adalah untuk membantu memulihkan kebebasan navigasi melalui selat tersebut dengan cara yang "sepenuhnya defensif" dan dengan penuh penghormatan terhadap hukum internasional.
Rufo menuturkan kehadiran gugus tempur kapal induk tersebut di kawasan Teluk menyediakan sarana untuk "menilai situasi dan turut menentukan persamaan diplomasi regional maupun global."
Menurut sejumlah laporan media Prancis, kapal induk andalan Prancis itu melintasi Terusan Suez pada 6 Mei sebelum singgah selama beberapa hari di Djibouti, tempat Prancis memiliki pangkalan dukungan militer.
Prancis dan Inggris menggelar pertemuan internasional mengenai Selat Hormuz di Paris pada 17 April, yang dihadiri perwakilan dari 51 negara.
Setelah pertemuan tersebut, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan kedua negara akan memimpin misi multinasional defensif untuk membantu melindungi jalur pelayaran apabila kondisi dinilai telah memungkinkan.
Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·