Karantina NTB jamin 30 ribu ekor sapi bebas penyakit mulut dan kuku

Sedang Trending 1 jam yang lalu
...Kami bersyukur tahun ini tidak ada temuan sapi yang positif

Mataram (ANTARA) - Balai Karantina Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjamin sebanyak 30.147 ekor sapi yang dilalulintaskan ke berbagai daerah bebas dari penyakit mulut dan kuku melalui pemeriksaan ketat uji polymerase chain reaction (PCR).

"Kami bersyukur tahun ini tidak ada temuan sapi yang positif, sehingga tidak ada yang harus ditolak untuk bisa ditransportasikan (ke luar daerah)," kata Kepala Karantina NTB Ina Soelistyani dalam sesi wawancara khusus siniar Gerbang Mendengar di Kantor ANTARA NTB, Mataram, Rabu.

Ina mengatakan penggunaan teknologi PCR menjamin ketertelusuran kesehatan hewan karena asal-usul dan status bebas penyakit terdata secara akurat melalui hasil uji laboratorium yang sah.

Balai Karantina NTB menggunakan hasil pemeriksaan PCR sebagai dasar dalam penerbitan Laporan Hasil Uji. Dokumen tersebut merupakan bukti bahwa hewan ternak telah melalui prosedur karantina yang ketat dan aman untuk dilalulintaskan ke luar daerah.

Sepanjang 1 Januari hingga 5 Mei 2026, Nusa Tenggara Barat mengirimkan sebanyak 30.147 ekor sapi ke berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga: Barantin dorong penguatan laboratorium karantina secara bertahap

Wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) merupakan penyerap terbesar sapi asal NTB dengan total pengiriman mencapai 26.239 ekor sapi dalam 1.067 kali pengiriman. Sementara itu, distribusi ke wilayah non-Jabodetabek tercatat sebanyak 3.908 ekor sapi dalam 49 kali pengiriman.

Balai Karantina NTB mencatat aktivitas pengiriman ke Jabodetabek paling besar terjadi pada April 2026 dengan jumlah mencapai 18.756 ekor sapi dalam durasi 811 kali pengiriman.

Ina mengungkapkan aktivitas pengiriman sapi ke luar daerah berlangsung sejak 10 hari usai Idul Fitri. Pada 2026, musim puncak pengiriman terjadi pada April seiring peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha.

"Kami lihat kebutuhan di Jabodetabek kurang lebih menurut hitungan BPS antara 20 ribu sampai 25 ribu ekor sapi. Tahun ini kebutuhan naik, ternyata NTB bisa pasok ke Jabodetabek sampai 26 ribu ekor sapi," ucap dia.

Lebih lanjut Ina mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan membeli hewan kurban yang sudah melalui proses pemeriksaan kesehatan, baik oleh Balai Karantina maupun dinas peternakan setempat.

Konsumen dapat menanyakan dokumen kesehatan hewan kepada pedagang sebelum membeli hewan kurban untuk perayaan Idul Adha pada 27 Mei 2026 mendatang.

Jika hewan kurban berasal dari luar daerah, maka dokumen hasil pemeriksaan berasal dari Balai Karantina. Bila hewan kurban tersebut dari dalam daerah atau domestik, maka dinas setempat yang memberikan hasil pemeriksaan kesehatan.

"Yakinkan ketika membeli siapa yang memberikan penjaminan untuk kesehatan ternak tersebut. Itu yang paling utama bagi pembeli yang hendak membeli hewan kurban," pungkas Ina.

Baca juga: Balai Karantina NTB perketat pengawasan ternak melalui uji PCR

Baca juga: Karantina Kalbar cegah perdagangan satwa liar di perbatasan

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.