Kaspersky Lab melaporkan bahwa hampir separuh dari total kata sandi di dunia dapat dibobol dalam waktu kurang dari 60 detik berkat penggunaan perangkat keras modern. Temuan ini dirilis pada peringatan World Password Day, Senin (11/5/2026), setelah dilakukan pengujian terhadap ratusan juta database kata sandi.
Analisis yang dilakukan di Moskow tersebut memproses 231 juta password unik yang bersumber dari kebocoran di dark web. Menggunakan unit kartu grafis GeForce RTX 5090, tim peneliti menemukan bahwa 60 persen kata sandi berhasil ditembus dalam waktu kurang dari satu jam, dilansir dari Detik iNET.
Persentase kerentanan ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan studi serupa pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 59 persen. Selain faktor perangkat keras yang semakin kencang, pemilihan algoritma hashing lawas seperti MD5 menjadi alasan utama rapuhnya sistem keamanan saat ini.
Algoritma MD5 yang dirancang untuk komputasi cepat justru memfasilitasi peretas untuk melakukan metode brute-force dengan kecepatan miliaran kombinasi per detik. Meskipun masih fungsional untuk pengecekan integritas file, algoritma ini dinilai sudah tidak layak lagi digunakan untuk melindungi kata sandi pengguna.
Pihak Kaspersky merekomendasikan para pengembang sistem untuk segera meninggalkan MD5 dan beralih ke fungsi hashing yang lebih lambat namun aman seperti bcrypt atau Argon2. Langkah ini dianggap krusial untuk membuat biaya komputasi peretasan menjadi jauh lebih mahal bagi penjahat siber.
Selain perbaikan di sisi sistem, pengguna diimbau untuk meningkatkan proteksi mandiri guna mencegah pengambilalihan akun secara ilegal. Implementasi autentikasi multi-faktor (MFA/2FA) dan penggunaan passkey disarankan sebagai lapisan pertahanan tambahan jika terjadi kebocoran data kata sandi di masa depan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·