Satlantas Polres Pandeglang menaikkan status hukum kasus kecelakaan maut yang melibatkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Ahmad Mursidi, dari penyelidikan ke tahap penyidikan pada Selasa (5/5/2026). Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah siswa SDN Sukaratu 5 menjadi korban.
Peningkatan status perkara ini dilakukan setelah kepolisian melaksanakan gelar perkara atas peristiwa yang terjadi di Kecamatan Majasari tersebut. Dilansir dari Detikcom, pihak berwenang kini fokus memperdalam keterangan untuk melengkapi berkas perkara.
"Baru proses penyelidikan dan telah gelar dinaikan prosesnya ke tahap sidik," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Pandeglang, IPDA Sofyan Sopan saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).
Hingga saat ini, penyidik telah memintai keterangan dari sejumlah saksi guna memperjelas konstruksi peristiwa. Meskipun status kasus telah naik ke tahap penyidikan, kepolisian belum menetapkan tersangka secara resmi.
"(Tersangka) belum," ucap Sofyan.
Keluarga korban menyoroti adanya faktor kesehatan pengemudi yang dianggap memicu terjadinya kecelakaan. Tuti, orang tua dari salah satu siswa yang meninggal dunia, menduga ada unsur kelalaian karena pelaku memaksakan diri berkendara dalam kondisi tidak fit.
"Pasti ada kelalaian dan unsur kesengajaan, sudah tahu dia sakit, tapi dia memaksakan bawa mobil dan akhirnya membahayakan orang lain," katanya.
Tuti mendesak agar proses hukum berjalan transparan mengingat posisi pelaku sebagai pejabat publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Ia berharap pihak kepolisian memberikan keadilan bagi para korban yang telah kehilangan nyawa.
"Harapan dapat keadilan seadil-adilnya setidaknya dia bertanggungjawab atas perbuatannya dalam bentuk apapun. Dan prosesnya jangan ditutup-tutupin, kalau memang mau mediasi jangan ditutup-tutupin, pelakunya pejabat takut hilang begitu saja," katanya.
Peristiwa ini bermula ketika mobil Toyota Innova dengan nomor polisi A-1633-BF yang dikemudikan Ahmad Mursidi menabrak kerumunan siswa di depan SDN Sukaratu 5 pada Kamis (30/4). Insiden tersebut menyebabkan sembilan orang menjadi korban.
Dari total korban tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Mereka yang mengembuskan napas terakhir adalah seorang pedagang bernama Dewi Handayani dan seorang siswa bernama Muhamad Milal.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·