Kebakaran gudang plastik di Kapuk Jakbar belum padam hingga malam hari

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kebakaran yang melanda gudang plastik di Jalan Peternakan Raya, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin siang, tidak kunjung padam hingga malam hari sekitar pukul 19.30 WIB.

Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku di lokasi untuk mengendalikan kobaran api yang terus membakar bangunan gudang tersebut.

Berdasarkan informasi di lokasi, gudang yang terbakar itu memiliki luas sekitar 450 meter persegi. Dalam peristiwa itu, bagian tembok sisi kanan bangunan dilaporkan roboh akibat besarnya api yang melahap material di dalam gudang.

Proses pemadaman pun mengalami kendala karena banyaknya bahan mudah terbakar, terutama plastik, yang tersimpan di dalam gudang.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan sebanyak 22 unit mobil pemadam dengan didukung 130 personel dikerahkan untuk mengatasi kebakaran tersebut.

“Saat ini sebanyak 22 unit dengan 122 personel sudah dikerahkan ke lokasi untuk mengatasi kebakaran,” kata Syaiful.

Sebelumnya, kebakaran melanda bangunan gudang plastik di kawasan Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT.06 / RW. 04 Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat pada Senin.

Menurut seorang saksi bernama Yanto, kebakaran itu berasal dari dalam gudang saat pergantian sif kerja.

Dalam video yang diterima ANTARA, kobaran api terlihat membesar dan membakar bagian dalam gudang.

Material plastik di dalam pabrik juga ikut terbakar. Selain itu, asap hitam tebal pun membumbung tinggi ke udara, sehingga memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.

Baca juga: Kebakaran melanda gudang plastik di Kapuk Jakbar

Baca juga: Kebakaran gudang di Jakbar diwarnai ledakan beruntun, ini penyebabnya

Baca juga: Gulkarmat kerahkan 100 personel padamkan kebakaran gudang oli di Jakut

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.