PT Kawasan Industri Terpadu Batang atau KEK Industropolis Batang berhasil membukukan sejumlah komitmen kerja sama strategis dari Eropa. Langkah ini dicapai melalui rangkaian diplomasi investasi yang berlangsung pada 18-22 Mei 2026 di Austria, Slowakia, dan Belanda, seperti dikutip dari Money.
Upaya penjajakan ini dilakukan bersama Kantor Staf Presiden, Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Indonesia Investment Promotion Centre London, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di ketiga negara tersebut.
Kesepakatan yang berhasil dihimpun mencakup pengembangan pusat pelatihan vokasi, transformasi teknologi energi net-zero, pembiayaan infrastruktur pintar, hingga penguatan koridor logistik internasional.
Investasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan investasi menyumbang sekitar 32 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026.
Rangkaian agenda diplomasi dimulai di Wina, Austria, pada 18 Mei 2026 melalui pertemuan bisnis bersama Kamar Dagang Austria atau Wirtschaftskammer Österreich, EEE Group, dan ANDRITZ Hydro.
Dalam pertemuan itu, KEK Industropolis Batang membuka peluang pemanfaatan skema Austrian Soft Loan untuk pembangunan Vocational Training Centre di atas lahan seluas 7 hektare di dalam kawasan industri.
Pusat pelatihan tersebut dirancang bersama EEE Group untuk menyiapkan tenaga kerja industri modern, mulai dari teknisi kelistrikan, elektronika, hingga pengelasan tingkat lanjut guna memenuhi kebutuhan tenant kawasan.
Sementara itu, ANDRITZ Hydro menyatakan komitmennya untuk menjajaki lokalisasi teknologi dan pasokan energi hijau guna mendukung pengembangan kawasan industri berwawasan lingkungan.
Pengembangan Infrastruktur Pintar dan Hub Logistik
Agenda kemudian berlanjut ke Bratislava, Slowakia, pada 20 Mei 2026 melalui penyelenggaraan Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum. Forum tersebut dihadiri lebih dari 35 pimpinan perusahaan Eropa.
Pertemuan itu menghasilkan penandatanganan Letter of Intent antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang dengan Innovation Platform Capital. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Thomas Edde selaku Senior Partner Smart City & Infrastructure Portfolio dari Innovation Platform Capital.
Kerja sama ini membuka akses pendanaan global berskema government-backed untuk pembangunan infrastruktur pintar dan utilitas kawasan.
Sejumlah pelaku industri Slowakia juga mulai menjajaki peluang kerja sama dengan KEK Industropolis Batang, di antaranya Kamar Dagang Regional SOPK Bratislava yang berfokus pada circular economy.
Selain itu, terdapat SARIO untuk penyusunan pipeline eksportir teknologi, hingga Edgar Baker dan GI Group terkait pemetaan kesiapan tenaga kerja.
Dari sektor industri dan logistik, sejumlah perusahaan seperti Kinazo Design, Power Xtender, dan ICTS Logistic turut menjajaki kajian koridor logistik Eropa-Indonesia serta peluang pembentukan logistics hub di kawasan Batang.
Sementara itu, peluang kerja sama pengolahan baja untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa juga mulai dibahas bersama Schmidt Rozmer sro.
Dukungan Finansial dari Lembaga Pembiayaan Belanda
Diplomasi investasi kemudian ditutup melalui pertemuan di Amsterdam dan Den Haag pada 22 Mei 2026 bersama Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda L. Amrih Jinangkung dan Bagian Ekonomi KBRI Den Haag Maudi Purliayu.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati strategi penyaringan investor dengan menjadikan PT Wavin Manufacturing Indonesia sebagai contoh keberhasilan investasi perusahaan Eropa Barat di KEK Industropolis Batang.
Selain itu, turut dibahas peluang pembiayaan infrastruktur publik berkelanjutan hingga 300 juta euro melalui lembaga pembiayaan Invest International Belanda.
Pembiayaan tersebut akan dikawal melalui penyusunan concept note business forum dan penyelarasan dokumen nasional, termasuk Blue Book.
Peningkatan Daya Saing Global
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang Ngurah Wirawan mengatakan, hasil kerja sama di Eropa menunjukkan tingginya daya tarik KEK Industropolis Batang di tingkat global.
"Kita tidak sedang sekadar menjual lahan kosong melainkan sedang merajut masa depan sebuah kota industri yang pintar, hijau, dan beradab," ujar Ngurah dalam siaran press, Senin (25/5/2026).
Ia menyebut kehadiran mitra strategis dari Austria, Slowakia, dan Belanda tidak hanya membawa investasi, tetapi juga transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi.
"Keberhasilan ini membuktikan bahwa KEK Industropolis Batang adalah pintu gerbang terbaik bagi dunia untuk tumbuh bersama Indonesia," kata dia.
Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Edwin Manansang menilai pencapaian KEK Industropolis Batang di Eropa menjadi standar baru pengembangan kawasan ekonomi di Indonesia.
"Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap akselerasi yang ditunjukkan oleh KEK Industropolis Batang," ujar Edwin.
Menurut dia, keberhasilan mengamankan komitmen kerja sama vokasi internasional dan infrastruktur hijau menunjukkan fasilitas fiskal maupun nonfiskal yang diberikan pemerintah mampu meningkatkan daya saing kawasan.
"Ini adalah prestasi yang membanggakan negara sekaligus memberikan kepastian masa depan yang cerah bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat daerah," kata Edwin.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·