Keluarga Kenang Adelia Rifani Korban Kecelakaan Beruntun Kereta di Bekasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Adelia Rifani (26) menjadi salah satu dari 16 korban jiwa dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Insiden maut tersebut terjadi setelah sebuah taksi tertemper KRL yang kemudian ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh, seperti dilansir dari Detikcom.

Kecelakaan ini bermula saat KRL tertahan di perlintasan dekat stasiun akibat benturan dengan taksi, yang memicu keterlambatan jadwal operasional. Di tengah penantian tersebut, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek melaju dan menabrak KRL dari posisi belakang hingga menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka.

Haerusli, ayah dari almarhumah Adelia, menggambarkan putri bungsunya sebagai pribadi yang jauh lebih mandiri dan berani dibandingkan kakak-kakaknya. Semasa hidup, alumnus Universitas Brawijaya tersebut dikenal sangat mudah bergaul dan aktif dalam berbagai organisasi maupun kegiatan sosial.

"Ada kalangan baru ikut nimbrung. Ada kegiatan apa ikut, malah dia bisa jadi panitia gitu di Malang, suka ikut acara camping ikut, jadi guyub sama tetangga, terus dengan temen-temen yang dari SD, SMP, SMA, kuliah juga rata-rata gitu," ucap Rusli saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/4/2026).

Ayah korban merasa terharu karena hingga saat ini banyak pihak yang mengenang kebaikan anaknya. Rusli menceritakan bahwa pada momen Ramadan terakhir, jadwal pertemuan buka puasa bersama Adelia sangat padat karena saking banyaknya teman yang ingin bertemu.

"Jadi kalau buka bersama itu setiap minggu kan, 'Yah, buka bersama sama temen ini, sama temen ini.' 'Ramai banget temennya Adel ya,' saya bilang, 'Enggak habis-habis buka bersama.' Orang kan kalau buka bersama paling puasa sekali udah, ini enggak, sama temen ini, sama temen ini," kata dia.

Selain karakter sosialnya yang kuat, Adelia juga merupakan seorang penyayang binatang yang memelihara 15 ekor kucing di rumahnya. Kebiasaan unik Adelia adalah selalu mengabsen dan mengelus hewan peliharaannya satu per satu setiap kali pulang bekerja sebelum masuk ke dalam rumah.

"Adel (yang senang). Kita walaupun seneng paling kucing-kucing yang ada di rumah aja satu, due, enggak sampai banyak seperti ini sekarang," ucapnya.

Kecintaan terhadap kucing tersebut membuat hewan-hewan itu selalu menantikan kehadirannya di depan rumah setiap hari. Adelia bahkan kerap membawa pakan kucing di dalam tasnya untuk diberikan kepada kucing liar yang ia temui di area kampus maupun tempat umum lainnya.

"Dia kalau sudah pulang kerja nih, satu-satu diabsen, 'Yang ini gini'. Yang paling demen sama dia, kucing juga tahu, udah pulang aja udah diikutin ke mana aja. Kalau belum digendong, belum diusap-usap ngikutin terus, sampai dia tidur gitu, baru nungguin di luar," ungkap Rusli.